Perkembangan Bayi 3 Bulan

Tumbuh Kembang – Perkembangan Bayi 3 Bulan

Perkembangan bayi 3 bulan – Memasuki umur 3 bulan, si kecil sudah semakin besar dan semakin sadar akan sekeliling. Pada umur ini, bayi sudah mulai bisa menyesuaikan diri dengan jadwal, sehingga Ibu sudah bisa beristirahat dengan baik.

Pada artikel berikut, Ibu akan mempelajari perkembangan bayi 3 bulan dari segi kognitif, fisik, sosial dan emosional, pola tidur bayi 3 bulan dan juga stimulasi bayi 3 bulan yang Ibu berikan untuk si kecil.

Perkembangan Bayi 3 Bulan : Kognitif

Tonggak ini menentukan kemampuan intelektual bayi, kemampuan kognitif, dan kemampuan berpikir secara keseluruhan. Pada umur 3 bulan, bayi biasanya sudah bisa:

  1. Mengenali wajah-wajah akrab dari kejauhan: Tidak seperti sebelumnya, bayi sekarang sudah bisa mengenali wajah orang tua atau orang-orang yang familier di sekitarnya. Ibu akan mendapatinya memekik kegirangan ketika bertemu Ibu atau orang yang dikenalnya.
  2. Mencari suara dengan memutar kepalanya: Saat bayi mendengar sesuatu yang menarik, menakutkan, atau familiar, dia akan mengarahkan kepalanya ke arah sumber suara.  Ini menunjukkan bahwa otak baysudah mampu menemukan sumber dengan menggunakan indera pendengaran.
  3. Merespon saat diajak berinteraksi: Ketika Ibu bicara pada bayi umur 3 bulan, maka kemungkinan dia akan meresponnya dengan tertawa kegirangan. Bayi pada usia tiga bulan mulai mengerti bahwa ketika seseorang berbicara kepada mereka dan mereka harus menanggapi.
  4. Mungkin meniru beberapa suara: Bayi Ibu akan mencoba mengulangi kata-kata Ibu dan suara lainnya yang didengarnya dari sekitarnya. Suaranya mungkin tidak lebih dari sekedar celoteh, tapi akan sangat akan menggemaskan.
  5. Dapat meniru beberapa tindakan: Bayi akan mencoba menirukan beberapa ungkapan dan menciptakan tindakan yang dia lihat dari orang tua. Imitasi melibatkan investasi daya otak yang signifikan dan merupakan tonggak perkembangan penting bagi bayi.

Baca juga: Perkembangan Bayi usia 2 Bulan

Perkembangan Bayi 3 Bulan : Fisik

Perkembangan bayi 3 bulan dalam kategori fisik ini meliputi kemampuan motorik kasar, pertumbuhan fisik.

  1. Menjaga kepala tetap stabil: Si kecil sudah memiliki kontrol yang lebih baik pada otot lehernya, yang membuat kepalanya tetap stabil saat digendong atau diberi minum.
  2. Mengangkat kepala sampai 45º saat telungkup: Otot leher yang kuat akan membuat bayi mampu mengangkat kepala sampai 45º saat dia telungkup . Tindakan ini memperbaiki bidang penglihatannya, membuatnya lebih mudah melihat mainan dan benda lainnya selama telungkup.
  3. Mata bisa melacak benda sekitar 180º: Cobalah melakukan permainan konyol dengan bayi umur 3 bulan. Pegang mainan di depan bayi dan perlahan gerakkan dalam lingkaran. Bayi secara visual melacak benda itu dengan menggerakkan kepalanya. Jika itu tidak cukup, pegang mainan itu dan pindahkan dari kiri ke kanan. Bayi harusnya sudah melacak benda di busur semi. Kemampuan ini menunjukkan keterampilan pelacakan dan penglihatan objek yang lebih baik.
  4. Mendorong kaki ke bawah saat dipegang dalam posisi tegak: Bila dipegang dalam posisi tegak, bayi umur tiga bulan biaanya akan mendorong kakinya ke bawah seolah mencoba berdiri. Dia memang belum bisa bangkit atau menahan beban di kakinya pada tahap ini, tetapi telah mengembangkan kecakapan fisik untuk meregangkan tungkai saat kaki menyentuh tanah.
  5. Menopang berat badan pada lengan bawah selama telungkup: Saat telungkup, bayi umur 3 bulan sudah bisa menahan berat badannya di lengan bawah dan bahkan dia juga sudah bisa mendorong untuk mengangkat tubuhnya seperti yang dilakukan pada posisi push up. Kekuatan ini merupakan fondasi bayi  untuk merangkak.
  6. Menggenggam mainan, membuka dan menutup kepalan tangan: Cengkraman dan ketangkasan jari yang lebih baik memungkinkan bayi untuk menggenggam mainan. Bayi juga mulai menggesekkan lengannya ke arah benda-benda yang menjuntai, seperti mainan yang tergantung di kereta dorongnya. Pada usia ini, bayi mulai mengembangkan koordinasi tangan-mata, yang merupakan keterampilan motorik yang penting.
  7. Membawa tangan ke mulut: Pada umur tiga bulan, bayi bisa membawa tangannya ke mulutnya dengan gerakan yang lebih luwes dibanding sebelumnya.
  8. Menendang dan membentangkan kaki saat berbaring telentang: Saat tidur dengan posisi terlentang, bayi akan membentangkan kakinya dan menggerakkannya/menendang. Ini adalah cara si kecil untuk mengeksplorasi gerakan dan membantu melatih otot-otot kaki.
Perkembangan Bayi 3 Bulan
Perkembangan Bayi 3 Bulan

Perkembangan Bayi 3 Bulan Sosial dan Emosional

Seorang bayi juga akan mengembangkan keterampilan sosialnya dan akan matang dalam temperamen emosionalnya dengan mencapai tonggak perkembangan sosial dan emosional.

  1. Tersenyum pada orang-orang yang dikenal: Senyuman manis dari bayi adalah caranya untuk mengatakan “Halo, apa kabar?” Kepada orang-orang yang dia kenal. Senyum bayi memiliki tujuan sosial karena membantu mendapatkan respons .Senyuman juga bisa disertai gerakan tubuh seperti gerakan tangan terbuka lebar dan juga gerakan kaki yang kencang dalam kegembiraan.
  2. Mulai tertawa: Ini adalah usia ketika Ibu mendengar si kecil tertawa terbahak-bahak. Bayi akan tertawa untuk pertama kalinya sekitar usia tiga sampai empat bulan.
  3. Menikmati bermain dengan pengasuh utama: Tidak ada kejutan disini! Hal yang paling disukai bayi pada usia ini adalah bermain dengan orang tua dan pengasuhnya di rumah. Bermain bisa dengan mainan atau melalui gerakan tangan sederhana.
  4. Mulai takut / tidak ramah dengan orang asing: pada umur ini, bayi sudah bisa mengenali wajah dan merasa tidak nyaman dengan orang asing. Bayi tiga bulan bisa saja hanya sedikit tersenyum atau barangkali takut dengan orang asing yang baru dia temui.
  5. Mulai mengembangkan minat pada saudara kandung dan bayi lainnya: Bayi 3 bulan sudah bisa mengenali saudara kandungnya sendiri. mereka sudah bisa tersenyum ketika saudaranya mengajaknya bicara. Pada umur ini, bayi juga akan mengembangkan minat terhadap bayi lainnya.

Perkembangan Bayi 3 Bulan : Pola Tidur Bayi 3 Bulan

Sistem saraf bayi yang berusia 3 bulan sudah matang, dan perutnya bisa menampung lebih banyak susu dan susu formula. Perubahan itu memungkinkan bayi tidur selama enam atau tujuh jam pada malam hari, yang berarti tidur nyenyak untuk Ibu.

Jika bayi Ibu terbangun di tengah malam, tunggu sekitar 30 detik sebelum menuju ke kamar bayi. Terkadang, bayi akan menangis selama beberapa detik dan kemudian kembali tidur . Kalai Ibu terburu-buru menghampiri ketika mendengar suara rewelnya yang pertama, bayi tidak akan belajar bagaimana untuk kembali tidur sendiri.

Saat tangisan tidak berhenti dan Ibu perlu masuk ke kamar bayi Ibu, cobalah untuk untuk memberinya minum atau mengganti popoknya dalam gelap sehingga dia akan kembali tidur. Hal ini bertujuan untuk memberitahunya bahwa  malam hari itu adalah waktu untuk tidur saja.

Pola tidur bayi 3 bulan pada siang hari juga harus menjadi lebih rutin sekarang.Sebagian besar bayi berusia 3 bulan tidur beberapa kali sekitar 1 1/2 sampai 2 jam setiap hari.

Baca juga: Perkembangan Bayi 1 Bulan

Perkembangan Bayi 3 Bulan : Komunikasi

Perkembangan bayi 3 bulan dalam hal komunikasi akan menjadi  lebih unik. Inilah tahap yang oleh psikiater anak Margaret Mahler disebut sebagai ” penetasan ‘, ketika bayi keluar dari’ ‘cangkang’ mereka dan mulai bereaksi / berhubungan dengan dunia di sekitar mereka. Bagian dari proses penetasan ini melibatkan interaksi dengan orang dan tersenyum untuk kesenangan, atau dikenal sebagai senyuman sosial.

Pada bulan ketiga, menangis bukan lagi metode komunikasi utama bayi. Sebenarnya, bayi berusia 3 bulan harus menangis tidak lebih dari satu jam setiap hari. Jika bayi menangis melebihi jangka waktu ini, atau terasa berlebihan bagi Ibu, maka berkonsultasilah dengan dokter karenaanak bisa saja mengalami refluks atau masalah medis lainnya.

Alih-alih menangis, bayi akan mulai berkomunikasi dengan cara lain, seperti membujuk dan membuat suara vokal (” oh ” dan ” ah, ” misalnya). Libatkan si kecil Ibu dalam percakapan dengan tanggapi suara-suara ini dan ceritakan yang yang sedang Ibu lakukan saat bersama si kecil. Katakan, ” Ibu akan mengganti popok Adek sekarang, ” atau, ” Sudah waktunya makan siang! ” Bayi akan mendengarkan dengan saksama suara Ibu dan menonton ekspresi wajah saat Ibu berbicara. Akhirnya, dia akan mulai membentuk suaranya sendiri dan membuat isyarat sendiri. Percakapan juga merupakan cara yang bagus untuk berhubungan dengan bayi.

Kapan Ibu Harus Khawatir?

Ibu harus waspada terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan bayi tiga bulan sebagai berikut:

  1. Tidak tersenyum dan merespons wajah yang familier: Jika bayi tanpa ekspresi dan tatapannya kosong meski disambut oleh orang tua, atau dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda mengenali Ibu atau pengasuh utamanya, bisa jadi bayi mengalami keterlambatan  perkembangan.
  2. Tidak bersuara: Jika Ibu belum pernah mendengar bayi berdegup, terkekeh, atau berceloteh, maka itu adalah tanda keterlambatan perkembangan yang serius, dan bayi harus segera diperiksa oleh dokter.
  3. Kepala terkulai ke belakang atau ke depan: Pada tiga bulan, bayi memiliki kontrol kepala yang layak. Jika bayi tidak dapat mendukung kepalanya selama telungkup atau saat Ibu mengangkatnya, maka itu bisa menjadi penundaan perkembangan.
  4. Tidak dapat menahan benda: Penundaan perkembangan ini adalah saat bayi tidak dapat mencengkeram benda, memiliki pegangan yang tidak rata, dan tidak berusaha menahan sesuatu yang dimasukkan ke dalam tangan bayi.
  5. Ketidakmampuan untuk melacak benda secara visual atau merespons suara: Pada umur tiga bulan, bayi dapat melacak benda-benda yang bergerak dalam jalur melingkar atau setengah lingkaran. Dia juga akan menanggapi suara dan suara di sekelilingnya. Ketidakmampuan untuk melakukannya adalah indikasi penundaan perkembangan.

Baca juga: 7 Hal Umum Penyebab Sakit Perut pada Bayi

Stimulasi Bayi 3 Bulan

Berikut adalah beberapa tips untuk stimulasi bayi 3 bulan dan memastikan si kecil tumbuh dengan baik:

  1. Sering-sering latih bayi dalam posisi telungkup: Posisi telungkup memperkuat beberapa bagian tubuh dari lengan ke otot perut. Otot yang lebih kuat membantu bayi tetap berada di jalur perkembangannya. Melakukan permainan yang membuat bayi harus melihat sekitarnya akan membantu bayi melatih otot leher agar semakin kuat.
  2. Berinteraksi dengan bayi:  Lakukan interaksi dan percakapan rutin dengan bayi. Stimulasi bayi tiga bulan ini akan memelihara kemampuan mendengar dan tanggapannya, dan juga mengembangkan keterampilan sosialnya.
  3. Gunakan kata-kata untuk menggambarkan tindakan: Memasukkan kata-kata untuk menggambarkan aktivitas. Misalnya, jika Ibu sedang membaca buku bergambar, maka ucapkan kata-kata seperti “baca” atau “buku”. Bayi mungkin tidak memahaminya, tapi saat Ibu mengulanginya lain kali, dia mungkin akan mulai mengantisipasi. Penggunaan kata-kata secara teratur dapat membantu menjaga rutinitas sehari-hari dengan bayi.
  4. Aktivitas bermain yang memungkinkan bayi melacak: Gunakan mobil mainan yang diikat seutas tali untuk menarik perhatian bayi. Tempatkan kereta mainan dan biarkan bayi melihatnya berputar-putar. Ini akan meningkatkan kemampuan pelacakan objek, yang merupakan keterampilan penting untuk dikuasai.
  5. Gunakan suara untuk mendapatkan perhatian bayi: Pada usia tiga bulan, bayi akan beralih ke sumber suara. Ini adalah cara yang baik untuk menggabungkan permainan berbasis suara di mana Ibu menggunakan mainan atau suara orang tua untuk menarik perhatian bayi.

Mempertahankan jadwal aktivitas yang baik dan tetap waspada terhadap gejala keterlambatan merupakan cara terbaik untuk memastikan bayi tumbuh dengan sehat. Ingat juga bahwa setiap bayi berbeda dan memiliki tonggak perkembangan bayi 3 bulan yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: