Tumbuh gigi geraham pada anak 2 tahun

Tumbuh Gigi Geraham pada Anak 2 Tahun

Tumbuh gigi geraham pada anak 2 tahun  merupakan tumbuh gigi terakhir si kecil. Namun seperti halnya proses tumbuh gigi lainnya, si kecil akan mengalami rasa tidak nyaman, air liur berlebih dan bahkan rewel. Ibu harus bersiap menghadapi rengekannya atau bahkan menemaninya setiap saat. Baca artikel ini ya, Bu, untuk mengetahui gigi geraham tumbuh umur berapa, ciri ciri anak tumbuh gigi geraham, obat nyeri dan perawatan gigi  geraham pada bayi.

Gigi Geraham Tumbuh Umur Berapa?

Gigi geraham adalah gigi terakhir yang biasanya tumbuh satu per satu. Erupsi geraham ini sebenarnya bervariasi pada bayi, tetapi kebanyakan anak mendapatkan gigi geraham pertama mereka antara umur 13 dan 19 bulan (untuk geraham atas) dan antara 14 dan 18 bulan  untuk geraham bawah.

Geraham kedua biasanya tumbuh antara umur 25 dan 33 bulan untuk baris atas, dan antara 23 hingga 31 bulan untuk bagian bawah.

Ciri-ciri Anak Tumbuh Gigi Geraham

Gejala tumbuh gigi geraham biasanya sama dengan gigi lain. Ibu akan melihat perubahan si kecil, seperti:

  • Sifat lekas marah
  • Meneteskan air liur
  • Mengunyah benda dan pakaian
  • Terasa sakit, gusi merah

Meskipun gejalanya sama, tetapi karena mereka sudah bukan bayi lagi, biasanya si kecil sudah mulai bisa menyampaikan keluhannya pada Ibu.

Namun banyak balita tidak mengalami gejala di atas ketika tumbuh gigi geraham. Jadi tanpa Ibu sadari, tahu-tahu geraham mereka sudah muncul. Pada beberapa anak lain, tumbuh gigi geraham malah bisa menimbulkan rasa sakit melebihi tumbuh gigi lainnya. Beberapa anak bahkan sampai mengeluh sakitnya menjalar sampai kepala.

Baca juga: Kapan Mulai Menyikat Gigi Bayi yang Baru Tumbuh?

Bagaimana  Caranya Meringankan Gejala itu?

Ibu bisa membantu meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan erupsi molar dengan kombinasi pengobatan rumah yang berbeda. Obat-obatan juga dapat digunakan sebagai upaya terakhir, tetapi baiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Pengobatan rumah

Beberapa pengobatan rumahan juga bisa membantu meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada gigi. Berikut beberapa cara untuk dicoba:

  • Tempatkan kasa basah yang dingin di atas gusi.
  • Gunakan jari Ibu untuk memijat area sekitar gusi dengan lembut.
  • Gosokkan sendok dingin pada gusi (tetapi jangan biarkan anak menggigit sendok).
  • Biarkan anak mengunyah kain lap basah (pastikan kainnya kokoh; jika mulai berantakan, ambillah).

Makanan

Tumbuh gigi geraham pada anak 2 tahun
Tumbuh gigi geraham pada anak 2 tahun

Sakit saat tumbuh gigi geraham pada anak 2 tahun juga bisa disiasati dengan makanan. Makanan keras dan renyah juga dapat bermanfaat untuk balita. Tidak seperti bayi,  balita sudah lebih mampu mengunyah makanan dengan baik dan teliti lagi saat menelan. Namun tetap saja, Ibu harus mengawasi mereka.

Cobalah memberi anak wortel, apel, atau mentimun yang dikupas, dan minta mereka untuk mengunyah dengan sisi mulut tempat gigi geraham sedang tumbuh. Pastikan kepingnya cukup kecil untuk mencegah tersedak. Mengunyah makanan yang didinginkan juga bisa lebih efektif dalam mengurangi rasa sakit pada gigi.

Ibu bisa memasukkan wortel, apel dan mentimun di dalam kulkas dan berikan pada si kecil kemudian.

Barang yang harus dihindari

Jangan beri anak perangkat apa pun yang menggantung di leher, seperti kalung gigi amber. Tidak hanya karena bahaya tersedak dan resiko tercekik, tetapi secara ilmiah, produk seperti ini tidak terbukti efektif.

Ibu juga harus mencegah si kecil menggigit mainan plastik keras karena bisa menyakiti gigi dan juga risiko terpapar BPA. Ibu bisa memberinya mainan yang terbuat dari lateks atau silicon.

Obat-obatan

Acetaminophen (Tylenol) merupakan obat penghilang rasa sakit yang paling direkomendasikan untuk bayi dan balita. NSAID seperti aspirin (Bufferin), ibuprofen (Advil), atau naproxen (Aleve) tidak boleh diberikan pada anak-anak dengan asma.

Periksa kembali dosis yang benar dengan dokter anak.

Baca juga: Penyebab Gigi Bayi Tumbuh Berwarna Kuning

Merawat Gigi Geraham Anak

Sangat penting untuk mengajar anak agar merawat gigi geraham mereka, seperti yang sudah mereka lakukan pada gigi-gigi yang lain. Segera setelah gigi tumbuh, pastikan Ibu mengajarinya untuk menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride.

Untuk anak-anak di bawah 3 tahun, gunakan pasta gigi tidak lebih dari seukuran sebutir beras. Untuk anak-anak 3 hingga 6 tahun, gunakan tidak lebih dari jumlah seukuran kacang. Anak kecil harus diawasi saat menyikat gigi.

Kapan Harus ke Dokter?

Dalam kebanyakan kasus, gejala tidak nyaman adalah bagian normal dari proses pertumbuhan gigi. Namun, itu bukan berarti Ibu boleh mengabaikan gejala parah apa pun yang dialami anak.

Jika anak mengalami demam yang terus-menerus atau diare, maka konsultasikan dengan dokter anak.  Ini bisa saja menjadi  tanda penyakit yang terjadi pada saat yang sama dengan tumbuh gigi.

Namun seberapa pun rewelnya si kecil, Ibu harus bertahan. Ingatlah bahwa Tumbuh gigi geraham pada anak 2 tahun adalah proses yang terakhir. setelah itu, Ibu hanya perlu mengajari anak merawat dan menantikan gigi permanen muncul.

Baca juga: Ketika Anak Tantrum, Ini yang harus Dilakukan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: