Tahapan Bicara pada Anak dan Stimulasinya

Saat bayi tumbuh, dia akan mengalami banyak fase termasuk berbicara. Tahapan bicara pada anak, biasanya dimulai dengan celoteh tanpa arti. Namun, seiring perkembangan umurnya, celoteh itu akan berubah menjadi kalimat penuh. Fakta luar biasa lain, bayi ternyata sudah mulai belajar bahasa dan kata-kata bahkan saat dia berada di dalam rahim. Itu terjadi karena bayi bisa mendengar Ibu berbicara dan bisa mengaitkan suara dan irama kata-kata.

Tahapan Bicara pada Anak

Berikut tahapan bicara pada anak yang bisa pakai sebagai acuan umum. Harap diingat bahwa kemampuan tiap-tiap anak berbeda.

Umur 6 bulan

Sebagian besar bayi mulai mengoceh selama 6 bulan pertama mereka, membuat suara seperti ma-ma, da-da, ba-ba, dll. Marionella Casasola, seorang peneliti bayi di Cornell University, mengatakan bahwa “Itu merupakan latihan karena celoteh anak tersebut merupakan dasar dari kata-kata pertamanya.” Selama tahap ini, bayi bisa mengambil bahasa yang ia mengerti dengan cukup cepat walaupun mungkin ia belum memahami apa arti dari kata tersebut. Studi bahkan menunjukkan bahwa bayi dapat mengasosiasikan kata “mama” dengan ibunya dengan baik dalam usia 6 bulan.

Secara umum, pada umur ini, anak sudah bisa:

  1. Cooing (suara yang tidak beraturan)
  2. Menoleh ke sumber bunyi atau berhenti menangis kalau mendengar suara
  3. Adanya kontak mata untuk mengikuti gerakan benda

Umur 9 bulan

Pada usia ini, bayi mampu membuat beberapa suku kata dengan merangkai suara yang berbeda secara bersamaan. Pada tahap ini, bayi bisa mengerti kata lebih banyak daripada yang bisa mereka ucapkan. Daya reseptif mereka sangat kuat. Biasanya, sebelum umur setahun, mereka memang belum bisa bicara dengan jelas. mereka hanya bisa mengucapkan kata-kata yang tidak koheren dengan bibir mereka. Inilah sebabnya mengapa Ibu seharusnya tidak mengharapkan kata-kata yang jelas dari bayi Ibu pada fase ini. Namun, pada fase inilah sebenarnya bayi mulai berusaha menangkap kata-kata sederhana dan juga maknanya.

Secara umum, tahapan bicara pada anak dari umur 9 hingga 12 bulan adalah:

  1. Babbling atau pengulangan suku kata yang sama seperti mamama atau bababa
  2. Meningkatnya pemahaman atas kegiatan sehari-hari
  3. Ada echolalia (membeo) mulai dari 3-5 kata

Baca juga: Cara Mengatasi Kolik pada Bayi

Umur 12 bulan

Tahapan bicara pada anak mulai sempurna di umur setahun. Ibu akan bisa mendengar bayi mengucapkan kata ‘mama’ ‘dada’ dengan jelas. Kebanyakan bayi mulai mengucapkan kata-kata yang bermakna pada tahun pertama mereka. Selain itu, pemahaman mereka tentang kata-kata juga semakin berkiembang sehingga bayi sudah bisa memilih kata-kata yang hendak diucapkan dari ingatan mereka.

Secara umum, kemampuan bicara anak 12 bulan sudah mencapai tahap:

  1. Mengenali nama sendiri
  2. Memahami instruksi sederhana seperti kiss bye atau dagh-dagh
  3. Kata pertama sebanyak 5-6 kata

Umur 18 bulan

Pada saat ini, kosa kata bayi terbentuk sangat lambat. Mereka bisa mengerti dan berbicara dengan jelas tetapi hanya beberapa kata pada satu waktu. Tapi begitu balita mengucapkan kata-kata pertamanya dengan jelas, dia akan mulai mencoba lebih banyak lagi. Selama usia ini, balita mengambil nomina lebih awal dari kata sifat atau kata kerja. Seorang balita juga bisa memahami instruksi sederhana yang diberikan kepadanya. Kata-kata seperti “makan”, “duduk” dll lebih mudah dipahami oleh bayi seusia ini.

Secara umum, kemampuan bicara anak 18 bulan sudah mencapai tahap

  1. Memahami 10-20 kata termasuk nama-nama orang
  2. Menyebutkan nama obyek dari foto atau gambar
  3. Mulai menggunakan kalimat yang terdiri dari 2 kata
  4. Mulai mengungkapkan keinginannya seperti ‘minta’ atau ‘permen’
  5. Mampu bertanya dengan kalimat sederhana seperti ‘mana bola?’
  6. Menggunakan bahasa non-verbal seperti menunjuk, bersenandung atau bernyanyi
Tahapan Bicara pada Anak
Tahapan Bicara pada Anak

Umur 24 bulan

Setelah awal yang lambat, kemampuan bicara balita meningkat pada umur 19-20 bulan. Mereka bisa mengerti dan mempertahankan sebanyak sembilan kata per hari. Pada saat bayi berumur 2 tahun, dia akan bisa merangkai empat sampai lima kata dalam sebuah kalimat. Dia akan menghubungkan makna satu objek dengan objek yang terlihat sama, seperti setiap benda bulat akan menjadi “bola” untuknya. Inilah usia ketika bayi mulai mengembangkan kemampuan berbicara mereka.

Secara umum, perkembangan kemampuan bicara anak umur 24 bulan sudah mencapai tahap:

  1. Memahami pertanyaan dan perintah sederhana
  2. Memahami instruksi yang lebih luas
  3. Lebih banyak menggunakan penggabungan dua kata dan menggunakan kalimat yang lebih panjang (3 kata)
  4. Anak menunjuk dirinya sendiri dengan nama
  5. Mulai menggunakan kata negatif seperti ‘tidak pergi’ atau ‘jangan’
  6. Memahami minimal 50 kata
  7. Bertahan mengikuti aktivitas selama 6-7 menit

Baca juga: Tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasinya

Umur 36 bulan

Ketika sampai pada umur 3 tahun, tahapan bicara pada anak sudah mulai bisa membentuk pertanyaan sendiri. selain itu, bayi juga mulai bisa  belajar arti kata-kata yang sedikit sulit. Anak akan mulai membentuk ide yang kompleks, seperti mulai bertanya kapan, kenapa, di mana dan kata-kata sejenis. Balita juga akan mulai mengembangkan memori, sehingga bisa menceritakan cerita pendek dan sederhana kepada Ibu. saat ini, dia juga sudah bisa menggunakan ujung lidah untuk membentuk kata-kata.

Secara umum, pada umur 36 bulan, tahap bicara pada anak sudah mencapai:

  1. Paling sedikit mampu menyebutkan 1 warna
  2. Sering berbicara waktu bermain atau saat sedang sendiri
  3. Bisa menceritakan sebuah cerita sederhana
  4. Bisa menggunakan 3-4 kalimat
  5. Memahami kalimat seperti ‘Coba tunjuk yang mana bintang’
  6. Memahami 900-1.500 kosa kata
  7. Menggunakan kata tanya seperti mengapa dan apa

Cara Melatih Anak Berbicara

Ada banyak melatih anak berbicara dan membantu pengembangan kemampuan berbicaranya.

Hal pertama yang bisa Ibu lakukan adalah sering-sering mengajak si kecil berbicara. Terlibat dalam percakapan hangat bersama Ibu, bayi akan terbantu dalam memahami kata-kata dan juga mempertahankan perbendaharaan kata itu dalam memorinya.

Ibu bisa mencoba untuk berhenti sebentar setelah mengucapkan satu kata. hal ini akan membantu bayi memproses kata-kata yang Ibu ucapkan dan lebih memahami kata-kata itu.

Menggunakan nada yang berbeda saat Ibu berbicara juga akan membantu bayi dalam menghubungkan suara yang dibuat untuk setiap kata dan meniru itu. Bayi belajar berbicara dengan mengamati dan meniru sekitarnya, terutama ibu mereka.

Cobalah menggunakan kata-kata yang tepat saat berbicara atau bernyanyi dengan si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah kata yang diucapkan pada bayi memberi dampak positif pada perkembangan bahasanya. Semakin sering Ibu berbicara dengannya, semakin cepat dia mulai berbicara sendiri.

Cara lain yang bagus adalah dengan menjelaskan celotehan si bayi. Ketika bayi berbicara tentang sesuatu tapi belum jelas dan mengoceh, maka Ibu bisa menjelaskan cara bicara yang benar padaya. Dengan cara ini, bayi akan bisa menangkap makna setiap kata dan mulai berbicara dalam kalimat yang koheren.

Biasakan untuk menggunakan  kata benda dan bukan kata ganti bila Ibu berbicara dengan bayi. Menggunakan “ayah” dan bukan “dia” akan membuat bayi mengerti dan mengambil kata “ayah” lebih cepat. Bayi akan mengerti siapa “ayah” nya dan mulai mengucapkan kata itu sendiri. Bayi lebih mudah mengaitkan kata benda dengan wajah.

Mengulangi kata-kata juga membantu perkembangan ucapan bayi. Jika Ibu memilih sebuah benda dan mengulang nama benda itu beberapa kali, maka itu berarti Ibu mulai meninggalkan memori untuk si bayi. Perlahan, bayi akan menghubungkan kata itu dengan objek dan bisa mengucapkan kata itu sendiri. Seorang bayi belajar dengan meniru. Semakin sering Ibu mengulangi kata-kata di depannya, semakin dia ingin meniru Ibu dan belajar setiap kata dengan cara ini.

Baca juga: Penyebab Kantung Mata Hitam pada Bayi

Stimulasi Bicara Anak

Untuk melatih anak bicara, Ibu juga sebaiknya melakukan stimulasi bicara. Stimulasi ini berguna agar si kecil bisa mengikuti tahapan bicara pada anak yang walaupun tidak tepat, tetapi tidak melenceng. Berikut stimulasi yang Ibu berikan seiring dengan tahap bicara pada anak:

Stimulasi Bicara anak umur 6 Bulan:

  1. Berbicara pada bayi dengan penuh atensi
  2. Menggunakan intonasi yang menarik
  3. Berkomunikasi misalnya bermain cilukba atau bernyanyi saat melakukan aktivitas bersama seperti pada waktu makan, mandi atau ganti popok.

Stimulasi Bicara anak umur 9-12  Bulan:

  1. Memberikan respons pada ocehan yang dikeluarkan si kecil
  2. Menggunakan kalimat pendek dengan tempo lambat dan 1 bahasa

Stimulasi Bicara anak umur 12 Bulan:

  1. Memberikan tanda pada setiap tindakan

Stimulasi bicara untuk anak umur 18 Bulan

  1. Memberikan lagu sederhana atau kata yang berulang-ulang
  2. Menjelaskan apa yang sedang ditonton si kecil
  3. Memberikan pujian

Stimulasi bicara untuk anak umur 24 bulan

  1. Memperluas penggunaan kata baru
  2. Memperjelas arti suatu kata dengan menggunakan bahasa tubuh dan intonasi
  3. Menggunakan percakapan sederhana
  4. Merangsang anak dengan pertanyaan sederhana lalu tunggu respons dari anak selama 10 detik
  5. Membaca buku dengan kalimat yang berulang-ulang dan sederhana
  6. Memberikan permainan dengan istruksi seperti ‘Pegang hidung’ atau anggota tubuh lainnya

Stimulasi bicara anak umur 36 bulan:

  1. Mulai menggunakan kalimat yang terdiri dari 3-4 kata
  2. Membicarakan kegiatan sehari-hari
  3. Bermain dengan teman sebayanya

Kapan Ibu harus khawatir

Bayi belum bisa mengoceh bahkan di umurnya yang 6 bulan masihlah hal wajar. Dia mungkin tidak mengoceh tapi dia sedang mempelajari segala sesuatu, sehingga mulai berbicara secara tiba-tiba. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika si kecil tidak mengucapkan kata-kata pada tahun pertamanya karena tahapan bicara anak memang tidak selalu sama antar individu.

Namun, jika bayi tidak mengucapkan kata-kata pertamanya pada bulan ke 14 mungkin ada alasan untuk khawatir. Semakin cepat Ibu berkonsultasi dengan dokter, semakin mudah menyelesaikan masalah. Jika Ibu melihat bayi gagap atau cadel saat berbicara, Ibu harus memeriksakannya ke dokter anak. Masalah ini bisa menjadi parah saat ia tumbuh jika tidak diobati pada waktunya.

Kesimpulan

Mendengar kata-kata pertama bayi merupakan momen yang sangat penting bagi setiap orang tua. Ini adalah tonggak sejarah dalam kehidupan bayi. Bayi mulai belajar dari rahim ibunya. Kemampuan bicara mereka berkembang secara bertahap saat mereka tumbuh. Untuk itu, memaksakan kemampuan dan membandingkan dengan anak lain sangatlah tidak terpuji. Bagaimana pun, tahapan bicara anak tidak akan sama antara anak satu dan anak lainnya. Kunjungi dokter jika anak sama sekali tidak berminat bicara ketika umurnya mencapai 14 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: