5 Penyebab BAB Bayi Berlendir Kuning

Ada lendir di BAB si kecil? Jangan panik, simak artikel berikut untuk mengetahui penyebab BAB bayi berlendir kuning.

Apa yang dimakan oleh bayi akan sangat berpengaruh pada isi popoknya. Pada bayi baru lahir dan juga di bawah umur 6 bulan, pola makan mereka didominasi oleh susu, sehingga kotoran yang dihasilkan pun tidak sama dengan bayi yang lebih besar dan bahkan orang dewasa. Karena itu sangat sulit untuk mengetahui apakah BAB bayi Ibu itu normal atau tidak.

Nah, salah satu hal yang tampak pada kotoran bayi tetapi Ibu tidak tahu apakah itu normal atau tidak adalah keberadaan lendir. Lendir kadang menjadi bagian dari proses normal, tetapi di waktu lain, bisa juga menjadi tanda infeksi dan kondisi medis yang serius.

Lendir yang biasa ditemukan pada BAB bayi adalah lendir berwarna kuning, sesekali kehijauan. Sebagai orang awam, tentu Ibu kesulitan untuk mengidentifikasi apa penyebab BAB bayi berlendir kuning.

Apa sih Penyebab BAB Bayi Berlendir Kuning?

Lendir di kotoran bayi tidak selalu memprihatinkan karena secara alami, usus akan mensekresikan lendir untuk membantu tinja melewati usus dengan lebih efektif. Warna tinja yang kekuningan biasanya akan mempengaruhi lendir sehingga menjadi warna kuning.

Kadang-kadang, lendir kuning ini bisa hadir dalam BAB bayi tanpa ada kondisi yang mendasarinya. Lendir ini terlihat seperti garis berlendir atau string, kadang-kadang tampak seperti jeli.

BAB berlendir kuning ini lebih sering dialami oleh Bayi ASI karena kotoran mereka melewati usus mereka relatif cepat.

Namun, terkadang ada kondisi medis yang juga menjadi penyebab BAB bayi berlendir kuning, di antaranya?

Infeksi

Infeksi bakteri atau virus (flu perut) dapat mengiritasi usus dan menyebabkan peradangan. Hasilnya adalah peningkatan lendir pada BAB bayi.

Gejala tambahan yang bisa menjadi tanda infeksi adalah  demam dan iritabilitas. Selain berlendir, BAB bayi dengan infeksi juga bisa berwarna hijau. Darah juga biasanya ditemukan pada kotoran jika kasus iritasinya terjadi secara ekstrim.

Infeksi bakteri juga akan menyebabkan BAB bayi berdarah dan berlendir.

Alergi makanan

Alergi makanan dapat menyebabkan peradangan. Peradangan menyebabkan peningkatan sekresi lendir, yang  pada akhirnya terbawa hingga ke BAB si kecil. Gejala-gejala ini biasanya akan muncul dalam dua bulan pertama kehidupan bayi. Tanda-tanda bahwa bayi mungkin memiliki alergi makanan meliputi:

  • Bayi  menjadi rewel dan sulit untuk ditenangkan
  • Muntah
  • BAB berdarah

Tumbuh gigi

Bayi yang sedang  tumbuh gigi tidak hanya mudah marah, tetapi bisa juga menghasilkan lendir pada BAB mereka. Lendir ini berasal dari kelebihan air liur dan rasa sakit dari gigi  yang dapat mengiritasi usus sehingga mengakibatkan lendir berlebih pada kotorannya.

Cystic Fibrosis

Bayi dengan cystic fibrosis mungkin menderita peningkatan jumlah lendir sebagai efek samping dari kondisi yang diderita. Lendirnya juga berbeda, tidak kuning normal tetapi cenderung berbau busuk dan tampak berminyak. Seorang anak mungkin juga mengalami kenaikan berat badan yang buruk dan pertumbuhan yang tertunda terkait dengan cystic fibrosis.

Kondisi ini juga menyebabkan lendir berlebih berkembang di organ tubuh, terutama paru-paru, pankreas, hati, dan usus.

Karena cystic fibrosis dapat mengganggu pencernaan anak, dokter bisa merekomendasikan enzim khusus untuk pengobatan. Jika berat badan bayi sangat buruk, kadang-kadang feeding tub akan digunakan untuk memberikan nutrisi.

Intususepsi

Intususepsi adalah kondisi medis serius yang dapat terjadi ketika usus bayi terlipat dan tmenyelip ke satu sama lain.  Ini adalah keadaan darurat karena aliran darah ke usus hilang sehingga tinja menjadi terhambat.

Akibatnya, usus bayi hanya dapat melewati lendir yang dan kemudian dikeluarkan dalam bentuk BAB. Penampakan warna BAB juga lebih menyerupai jeli warna merah.  Gejala intususepsi lainnya termasuk:

  • Sakit perut yang datang dan pergi
  • Muntah
  • Ada darah pada BAB
  • Lesu dan kantuk yang ekstrim

Baca juga: Cara Mengatasi Bab Berdarah pada Bayi

Kapan Sebaiknya Ibu Membawa Bayi ke Dokter?

BAB dengan lendir biasanya tidak memprihatinkan selama bayi Ibu tampak normal dan tidak memiliki tanda-tanda infeksi atau penyakit, seperti:

  • Rewel dan tidak bisa ditenangkan.
  • Bayi demam
  • BAB berdarah

Jika ada tanda-tanda infeksi atau sakit di atas bersama dengan lendir di BAB bayi, maka Ibu harus menghubungi dokter anak.

Selain itu, Ibu juga harus membawa anak ke dokter jika dia menolak menyusu atau menyusu sedikit dan tampak dehidrasi.

Penyebab BAB Bayi Berlendir Kuning
Penyebab BAB Bayi Berlendir Kuning

Apa Perawatan untuk Lendir dalam Kotoran Bayi?

Perawatan untuk lendir dalam kotoran bayi tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Misalnya, dokter akan merekomendasikan perawatan suportif untuk bayi dengan infeksi lambung virus. Ini termasuk cairan untuk mencegah dehidrasi dan obat-obatan untuk menurunkan demam.

Jika penyebab BAB bayi berlendir kuning adalah alergi, maka dokter biasanya akan merekomendasikan diet untuk ibu (jika itu bayi ASI). Contohnya termasuk menghilangkan susu sapi dari makanan  Ibu.

Jika bayi diberi susu formula, dokter dapat merekomendasikan untuk mengganti susu formula menjadi susu yang bebas susu sapi.

Jika intususepsi adalah penyebab kenapa BAB bayi berlendir, maka dokter mungkin akan merekomendasikan operasi untuk memperbaiki usus yang tumpang tindih. Dalam beberapa kasus, mereka mungkin dapat menggunakan barium atau enema udara untuk mengembalikan posisi usus ke normal.

Apa pun pendekatan intususepsi, perawatan yang cepat sangat penting untuk mencegah hilangnya aliran darah ke usus. Jika tidak, bayi berisiko lebih besar mengalami perforasi usus (lubang di usus).

Baca juga: Tanda Dehidrasi pada Bayi Baru Lahir

Kemungkinan Terbaiknya?

Dalam banyak kasus, lendir dalam kotoran bayi tidak memprihatinkan. Ini bisa menjadi produk samping pencernaan yang normal, terutama mengingat pencernaan cepat yang biasanya dimiliki oleh bayi.

Pantau terus kondisi BAB dan kesehatan bayi secara keseluruhan. BAB berlendir yang normal biasanya hanya muncul satu dua hari, lalu menghilang di hari selanjutnya.  Gejala-gejalanya akan hilang saat bayi bertambah usia dan makanan padat diperkenalkan. Pada saat ini, BAB si kecil akan  mulai menjadi lebih terbentuk.

Nah, kondisi apa pun yang menjadi penyebab BAB bayi berlendir kuning, biasanya akan diikuti oleh gejala lain. Cepat ajak anak ke dokter jika si kecil tampak sakit, BAB berdarah atau kurang memiliki nafsu makan, maka Ibu harus secepatnya mencari pertolongan medis.

Baca juga : Buang Air Besar pada Bayi yang Minum Susu Formula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: