Cara Mengobati Mata Berair pada Bayi

Kenapa Bayi Baru Lahir Nafas Laju?

Penjelasan tentang kenapa bayi baru lahir nafas laju dan nafas bayi normal berapa kali per menit.

Bagi orang tua yang memiliki bayi baru lahir, setiap perubahan pola pernapasan bayi akan tampak mengkhawatirkan. Salah satunya adalah ketika si kecil mengalami episode bernapas dengan cepat sehingga si kecil tampak tersengal-sengal. Secara klinis, kondisi seperti ini disebut dengan takipnea. Gejala seperti ini jarang menjadi pertanda masalah medis.

Nafas Bayi Normal Berapa Kali per Menit?

Bayi secara alami bernapas lebih cepat daripada balita, anak-anak dan orang dewasa. Menurut National Institutes of Health, bayi yang baru lahir biasanya membutuhkan 40 hingga 60 napas per menit. Jika bayi Ibu terus-menerus bernafas lebih dari 60 kali per menit, maka dokter anak bisa mendiagnosa dia dengan takipnea. Episode takipnea singkat itu normal dan tidak berbahaya bagi kebanyakan bayi baru lahir.

Kenapa Bayi Baru Lahir Nafas Laju?

Pernapasan cepat dan terengah-engah sangat umum terjadi pada bayi baru lahir. Saat bayi menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim, tubuhnya secara bertahap menyesuaikan diri dengan pola pernapasan yang nyaman. Selama bayi merasa nyaman dan tidak menunjukkan gejala mengkhawatirkan lainnya, pernapasan cepat tidaklah mengkhawatirkan.

Namun pada kasus tertentu, beberapa masalah medis juga dapat menyebabkan bayi bernafas dengan cepat, termasuk infeksi pernafasan dan komplikasi dari persalinan.

Baca juga: Cara Menyembuhkan Pilek pada Bayi

Takipnea Transien

Takipnea Transien sering disebut paru-paru basah. Dalam dua hari pertama kehidupan, beberapa bayi menunjukkan gejala kondisi medis yang dikenal sebagai takipnea transien. Komplikasi dari persalinan ini terjadi ketika bayi tidak mengeluarkan semua cairan dari paru-parunya setelah lahir. Menurut National Institutes of Health, pernapasan cepat adalah gejala utama yang terkait dengan takipnea transien, meskipun bayi dengan kondisi ini juga menunjukkan gejala lain termasuk perubahan warna kulit kebiruan. Kondisi ini biasanya didiagnosis segera setelah lahir dan umumnya sembuh sendiri dalam 24 jam.

Bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar dan yang ibunya menderita asma atau diabetes berisiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi ini.

Gejala Takipnea transien ini termasuk pernapasan cepat lebih dari 60 napas per menit, flaring hidung dan cyanosis kulit, di mana kulit di sekitar mulut dan hidung berwarna biru. Rumah sakit biasanya memantau bayi dengan takipnea transien dan memberikan oksigen seperlunya sampai tingkat pernapasan mereka melambat dalam dua atau tiga hari.

Kenapa Bayi Baru Lahir Nafas Laju
Kenapa Bayi Baru Lahir Nafas Laju

Neonatal Respiratory Distress Syndrome

Hal lain yang menjadi penyebab di balik kenapa bayi baru lahir nafas laju adalah Neonatal Respiratory Distress Syndrome atau RDS.  Sindrom ini disebabkan oleh paru-paru yang belum matang dan kekurangan surfaktan pelindung yang membantu paru-paru untuk mengembang. RDS membuat sulit bernapas. RDS paling umum terjadi pada bayi prematur, meskipun riwayat keluarga RDS, persalinan cepat atau sesar atau diabetes maternal juga bisa meningkatkan risiko pengembangannya. Gejala biasanya muncul segera setelah lahir. Selain pernapasan yang cepat dan dangkal, gejala RDS juga termasuk warna kulit kebiruan, lubang hidung melebar, anggota badan bengkak dan bahkan mengalami apnea (napas terhenti sebentar).

Baca juga : Penyebab dan Cara Mengobati Mata berair pada Bayi

Pneumonia

Meskipun pernapasan yang cepat itu sendiri jarang menjadi pertanda masalah, tetapi ada baiknya orang tua perlu mencari perawatan medis yang cepat setiap kali bayi menampilkan gejala terkait “tanda bahaya”. Bayi mungkin mengalami pneumonia jika ia menunjukkan napas cepat dan sangat sulit yang tanpa disertai batuk atau mengi. Gejala pneumonia ini berlangsung selama beberapa jam dan memerlukan evaluasi medis segera. Bayi Ibu mungkin juga memerlukan evaluasi medis jika ia mengalami mengi, menjadi pucat atau dadanya yang melengkung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: