Kapan Mulai Menyikat Gigi Bayi

Kapan Mulai Menyikat Gigi Bayi yang Baru Tumbuh

Kapan mulai menyikat gigi bayi adalah pertanyaan yang muncul setelah bayi mulai tumbuh gigi. Gigi susu, meski kecil tetapi sangat penting untuk bayi. Tanpa gigi susu yang tepat, bayi tidak bisa mengunyah makanan dengan baik. Selain itu, gigi susu juga membantu bayi berbicara dengan benar. Seorang anak dengan gigi sehat memiliki ucapan yang jelas. Apalagi, gigi susu ini juga akan menjadi basis gigi permanen yang akan bertahan seumur hidup bayi.

Karena itu, penting sekali menjaga kesehatan gigi susu bayi sejak awal. Perawatan ini akan melindungi gigi bayi dari kerusakan. Selain itu, menerapkan kebiasaan gigi sehat sejak kecil akan mampu memastikan bayi untuk menjaga kesehatan giginya seumur hidup. Gigi bayi yang hilang atau rusak dapat menghambat nutrisi dan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara drastis. Perkembangan ucapan juga bisa terganggu.

Kapan Mulai menyikat gigi bayi?

Jika Ibu berpikir bahwa gigi bayi tidak perlu disikat,Ibu salah. Menyikat gigi pada bayi sangat dibutuhkan sejak gigi pertama keluar dari gusi. Menurut Juliette Scott, dokter gigi spesialis gigi anak dari Australian, kebiasaan merawat gigi dan mulut bisa dimulai sejak bayi berusia 4 bulan. Ibu bisa menggunakan kasa steril basah untuk membersihkan bagian dalam mulut si kecil sambil memberi sedikit pijatan pada gusi. Ibu juga bisa menggunakan jari telunjuk untuk menyeka gigi bayi dengan lembut. Lidah bayi juga bisa dibersihkan dengan metode ini. Cobalah melakukan perawatan ini setelah bayi makan dan menjelang tidur, Atau bisa juga saat tidur bayi di malam hari. Bila bayi sudah mulai banyak, maka saat itu pula giginya harus dibersihkan. Ibu bisa menggunakan sikat gigi bayi untuk menyikatnya. Pilih sikat gigi dengan bulu sikat halus. Pastikan sikat gigi dibasahi dengan air sehingga menjadi lembut.

Kapan Mulai Menyikat Gigi Bayi
Kapan Mulai Menyikat Gigi Bayi

Kapan mulai menyikat gigi bayi? (Waktu)

Orang-orang biasanya menyikat gigi tepat sebelum makan. padahal itu bukan waktu yang tepat, karena bisa menyebabkan gigi keropos. Penyebabnya adalah karena ketidakseimbangan pH air liur. Saat makan, saliva atau air liur ini akan mengalami penurunan pH, yaitu dari nomal 6.8 menjadi pH kritis 4. Langsung menyikat gigi setelah makan juga dapat melemahkan email gigi. Apalagi jika usai mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam. Jadi sangat dianjurkan untuk menunggu 15 hingga 20 menit untuk menyikat gigi setelah makan. Selain itu, berkumur dengan air putih matang setiap kali selesai makan dapat mempercepat pH saliva dalam mulut kembali normal, sehingga tidak sempat melemahkan email gigi.

Baca juga : Tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasinya

Penggunaan Pasta Gigi untuk Bayi

Setelah kapan mulai menyikat gigi bayi, maka yang biasa membingungkan Ibu adalah penggunaan pasta gigi. Jadi, kapan bayi sudah boleh sikat gigi dengan odol? Menurut Drg Idial Trixi Aspaningrum SpKGA, Brawijaya Clinic, sebelum umur 1 tahun, penggunaan pasta gigi belum perlu, karena anak belum mengonsumsi makanan padat.

Setelah umur 1 tahun, saat anak mulai makan makanan padat, diperlukan detergen untuk melepas perlekatan sisa makanan dari gigi. Untuk itu, anak mulai dikenalkan dengan penggunaan pasta gigi saat membersihkan giginya.

Pastikan memilih pasta gigi dengan sedikit kandungan flouride dan detergen, serta tidak mengandung pemutih sehingga aman bila tertelan pada anak yang belum mampu untuk berkumur dengan baik. Jumlah pasta gigi yang digunakan juga jangan terlalu banyak, cukup seukuran biji jagung dan letakkan di ujung sikat gigi.

Cara Menyikat Gigi Bayi

Selain pertanyaan kapan mulai menyikat gigi bayi, pertanyaan lain yang kerap muncul adalah bagaimana cara menyikat gigi bayi yang benar. Ada banyak cara untuk mengajari bayi sikat gigi. Cara yang paling efektif adalah di depan cermin, sehingga anak bisa melihat cara menyikat gigi yang benar. Sikat seluruh permukaan gigi. Gerakan sikat pada bagian gigi depan dilakukan dengan gerakan menyapu ke atas dan ke bawah dan bagian luar gigi kiri dan kanan dengan gerakan memutar.
Tidak lupa gigi bagian dalam dan permukaan kunyah gigi juga dibersihkan. Jika anak menolak, proses menyikat gigi bisa dilakukan oleh Mama atau Papa.

Pangku anak berhadapan dengan kita, lalu rebahkan tubuhnya sedikit ke belakang, kemudian proses sikat gigi dilakukan dari arah belakang anak. Biasakan si kecil gosok gigi 2 kali sehari sebagai kebiasaan. Pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur sehingga anak akan merasa ada sesuatu yang kurang jika belum menggosok gigi terutama malam sebelum tidur. Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai hal menyenangkan bagi anak.

Baca juga : Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Awali dengan Merawat Gusi Bayi

Sebelum gigi tumbuh, maka Ibu juga sebaiknya merawat gusi bayi terutama setelah menyusui. Perawatan ini akan membantu menjaga kesehatan mulut dan membantu dalam memerangi pertumbuhan bakteri di mulut. Perawatan gusi ini tidak perlu menunggu sampai tumbuh gigi. Ibu bisa mulai menyikat gusi si kecil sedikit sebelum gigi tumbuh.

Untuk memastikan Ibu membersihkan gusi bayi dengan benar, ikuti langkah-langkah ini:

  • Ambil saputangan lembut atau kain lap dan basahi dengan air minum.
  • Bungkus kain ini di sekitar jari telunjuk Ibu.
  • Sekarang bersihkan gusi bayi setidaknya dua kali sehari (pastikan Ibu tidak menekan terlalu keras karena bisa melukai gusi bayi).
  • Sebagai alternatif, Ibu juga bisa membeli sikat gigi jari yang terbuat dari bahan karet lembut.
    Lakukan ini setelah waktu makan dan sebelum tidur.
  • Perawatan ini akan membantu bayi untuk menerapkan rutinitas menyikat gigi nanti.
  • Perawatan ini juga akan menghilangkan bakteri dari gusi bayi. Bakteri sering meninggalkan plak yang lengket. Hal ini bisa merusak gigi bayi saat mereka mulai menonjol keluar dari gusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: