Ciri Bayi Sembelit

Ciri Bayi Sembelit dan Penyebabnya

Ibu khawatir si kecil sembelit? Mari kenali ciri bayi sembelit lebih lanjut.

Kesehatan bayi bisa juga dilihat dari isi popoknya. Apakah bayi cukup minum, cukup makan atau kondisi pencernaannya bagus, maka kotoran dan urin akan menjadi tolok ukur.

Nah, salah satu masalah yang berhubungan dengan isi popok si kecil adalah sembelit. Nah, seperti apa sih sebenarnya sembelit pada bayi itu?

Ciri Bayi Sembelit

Sembelit adalah kesulitan atau tidak BAB-nya bayi setidaknya selama dua minggu. Namun ciri bayi sembelit berbeda-beda antar bayi satu dan bayi lainnya, apalagi dibanding orang dewasa.

Nah, berikut ciri bayi sembelit secara umum, yang bisa Ibu perhatikan:

  • Tidak BAB dalam jangka waktu berhari-hari atau bayi terlambat BAB secara signifikan.
  • Bayi sering mengeden atau mengalami ketegangan selama lebih dari 10 menit dalam sehari dan diikuti dengan wajah memerah, menunjukkan bahwa mereka mengalami kesulitan buang air besar.
  • Bayi menjadi rewel ketika buang air besar, tanda bahwa BAB adalah sesuatu yang menyakitkan baginya.
  • Kotoran keras dan seperti pellet.
  • Perut bayi tampak luar biasa kembung dan kaku jika disentuh.
  • Konstipasi berat dapat menyebabkan encopresis, kondisi yang menyebabkan kebocoran paksa sejumlah kecil kotoran cair ke popok / pakaian dalam.
  • Popoknya berisi darah, atau bayi BAB dengan disertai darah, itu bisa berarti bahwa kotoran keras sudah melukai bagian anus bayi.

Ciri bayi sembelit di atas merupakan ciri umum. Namun apakah bayi yang tidak BAB selama berhari-hari selalu berarti sembelit?

Tidak juga. Menentukan apakah sembelit tidaknya, Ibu sebaiknya lebih fokus pada konsistensi, alih-alih frekuensi. Adalah normal bagi bayi untuk tidak BAB selama beberapa hari. Namun, jika kotoran bayi bertekstur kuat dan padat seperti kayu gelondongan atau kerikil, itu sudah pasti menandakan sembelit.

Baca juga: 2 Faktor Penyebab Mencret pada Bayi

Kapan Ibu Harus Membawa si Kecil Ke Dokter?

Jika Ibu menemukan ciri bayi sembelit, mungkin Ibu khawatir dan ingin membawa ke dokter. Nah, bawalah si kecil ke dokter jika menemukan kondisi berikut:

  • Ketika ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam, yang menunjukkan darah beku.
  • Ada kolik konstan karena regangan berulang untuk buang air besar.
  • Pembukaan dubur bayi memerah atau telah mengalami peradangan.
  • Bayi mengalami demam dan muntah, tidak makan dengan baik, memiliki berat badan yang buruk, dan tampak tidak sehat.

Jika bayi mengalami konstipasi kronis, maka itu bisa menjadi gejala impaksi fecal, yang merupakan kondisi serius di mana tinja membeku di dalam usus.

Menurut American Academy of Paediatrics, frekuensi tinja bayi tersebut sangat bervariasi sehingga sulit untuk secara akurat mengetahui apakah bayi mengalami konstipasi.

Baca juga: Cara Mengatasi Bayi yang Muntah Lewat Hidung

Ciri Bayi Sembelit
Ciri Bayi Sembelit

Frekuensi BAB Normal pada Bayi?

Ciri bayi sembelit sangat beragam, apalagi jika sudah memasuki masa Mpasi. Nah, sebelum Ibu memastikan ciri bayi sembelit tersebut tepat dengan kondisi si kecil, maka Ibu perlu mengetahui frekuensi BAB normal pada bayi. Tabel berikut membantu  Ibu untuk mengetahui apakah bayi mengalami konstipasi  atau tidak

Usia

Frekuensi tinja normal

Indikator Sembelit

0 – 6 bulan (ASI)
  • Hampir satu kali setelah setiap menyusu;
  • Setidaknya dua kali per hari;
  • Kadang-kadang satu kali per 5-7 hari
Kotoran seperti pellet keras saja. Bayi jarang BAB masih dikategorikan baik selama kotoran mereka lembut seperti pasta.
0 – 6 bulan (susu formula)
  •  Setidaknya satu kali sehari
  • Sekali dalam dua hari
Kotoran seperti pelet keras dan tidak ada tinja dalam tiga hari.
6 – 12 bulan
  •  Setidaknya sekali dalam sehari hingga sekali dalam dua hari
Buang air besar kurang dari dua kali dalam seminggu

Konstipasi pada bulan pertama biasanya merupakan indikator bahwa bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup. Bayi ASI bisa memiliki kebiasaan BAB yang beragam. Beberapa bayi baru lahir dengan full ASI bahkan mungkin menyerap semua ASI sebagai nutrisi, sehingga hanya menyisakan sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali untuk dikeluarkan dalam bentuk tinja.

Baca juga : Fase Perkembangan Bayi

Apa Penyebab Sembelit Pada Bayi?

Mengetahui ciri bayi sembelit adalah cara yang mudah, tetapi mengetahui penyebab sembelit merupakan masalah rumit. Sebagai referensi, berikut hal-hal yang membuat bayi Ibu sembelit:

  • Perubahan susu formula:Pergantian susu formula bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. Hal ini bisa saja terjadi karena perut bayi yang tidak merespon dengan baik salah satu kandungan susu yang baru.
  • Tidak cukup menyusu:Jika bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup, maka bayi bisa jarang BAB dan juga keras.
  • Dehidrasi:Asupan cairan yang buruk dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk buang air besar. Bayi yang mendapat ASI mendapatkan semua air yang dibutuhkan dari ASI. Tetapi bayi yang lebih tua bisa mengalami sembelit karena asupan air yang tidak memadai.
  • Kekurangan serat:Kandungan serat yang rendah dalam Mpasi acapkali menyebabkan tinja mengeras.
  • Infeksi pada saluran gastrointestinal:Konstipasi bisa disebabkan oleh infeksi gastrointestinal, yang menyebabkan kotoran mengeras dengan darah segar atau bergumpal.
  • Alergi Susu Formula/ Susu Sapi. Jika bayi Ibu diberikan ASI dan juga formula, lalu mengalami sembelit dan tidak juga membaik setelah beberapa kali BAB, maka bisa jadi dia mengalami alergi susu sapi.
  • Penyakit serius:Sembelit bisa menjadi gejala dari sejumlah penyakit seperti diabetes, cystic fibrosis, dan hipotiroidisme.Gangguan semacam itu juga menunjukkan gejala lain selain sembelit.

Selama bayi tampak sehat, Ibu tidak perlu terlalu khawatir karena kebiasaan buang air besar mereka sering tidak dapat diprediksi. Namun, sebaiknya Ibu mencari saran dokter anak jika bayi berusia kurang dari tiga bulan.

Baca juga: 7 Hal Umum Penyebab Sakit Perut pada Bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: