perawatan bayi baru lahir

Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, hal pertama yang perlu diketahui tentunya adalah cara merawat bayi baru lahir. Bayi baru lahir sangat rentan, sehingga merawatnya bukanlah hal mudah. Berbagai cara perawatan bayi baru lahir ini memerlukan ketelatenan dan juga ketenangan.

Lalu berbedakah perawatan bayi baru lahir normal dan operasi? Idealnya, tidak ada. Karena kondisi bayi itu tetap sama, entah dilahirkan secara operasi atau pun normal. Yang jadi perbedaan adalah adanya resiko infeksi mata yang bisa dilihat di bagian perawatan mata. Untuk lebih mudahnya, artikel ini akan membantu Ibu untuk menangani bayi baru lahir. Panduan secara detail nantinya akan ada di artikel terpisah.

Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Salah satu ciri yang dimiliki bayi baru lahir adalah tali pusat. Ukuran bayi yang kecil dengan tali pusat yang belum putus, akan membuat seorang Ibu cemas setiap kali membersihkannya.  Pada zaman dahulu, perawatan tali pusat bayi baru lahir seringkali dibubuhi ramuan agar mempercepat proses putus. Tetapi sekarang itu tidak lagi dianjurkan karena bisa membuat bayi terkena infeksi.

Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir
Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Perawatan tali pusat bayi baru lahir tidaklah susah. Cukup dijaga agar tidak basah, tidak tertekan pokok. Ibu bisa membungkus dengan kasa steril untuk menghindari gesekan, tetapi jangan terlalu. Usahakan agar bagian ini tidak basah, kalau pun basah saat mandi, keringkan saja dengan kasa.

Biarkan tali pusat bayi terekspos udara selama beberapa waktu agar cepat putus. Tidak perlu ditambahkan apa-apa, entah itu minyak atau bedak. Tali ini biasanya akan putus 1 sampai 2 minggu setelah kelahiran.
Setelah tali pusat putus, maka perawatan tali pusat bayi baru lahir juga selesai. Jika pusar kotor bersihkan dengan baby oil dengan lembut dan hati-hati.

Perawatan Kulit Kulit Bayi Baru Lahir

Ada beberapa kondisi yang akan dialami kulit bayi yang baru lahir, di antaranya: kulit bayi baru lahir mengelupas dan merah, kulit keriput, bulu-bulu ringan atau bintik-bintik di wajah yang menyerupai jerawat. Selain itu, bayi baru lahir memiliki rambut halus, tipis dan cukup panjang yang disebut Lanugo. Rambut ini biasanya tumbuh di wajah, lengan dan punggung. Lanugo atau rambut halus dibawa bayi dari dalam rahim. Tumbuh sejak janin berusia 5 bulan, biasanya lanugo rontok ketika janin berusia 7-8 bulan di dalam kandungan, hingga beberapa minggu setelah dia lahir.

Secara umum, untuk bayi baru lahir sebaiknya dimandikan sehari sekali karena kondisinya yang masih belum stabil, terutama karena cuaca. Bayi belum tahan dingin jadi pastikan mandikan dengan air hangat di dalam ruangan, atau di luar jika tidak sedang hujan.  Saat memandikan bayi baru lahir, gunakan sabun khusus bayi. Beberapa merk yang terkenal adalah Switzal, Cusson dan Jhonson. Jika anak Ibu sensitif, bisa gunakan merk Switzal karena hypoallergenic. Atau bisa juga dilap dengan kain halus yang sudah diberi sabun bayi. Jika Ibu belum berani memandikan secara langsung di bak, ada kok peralatan khusus yang bisa digunakan. Atau sabuni bayi di atas perlak atau kain khusus, baru kemudian basuh.

Hati-hati, karena sabun akan membuat kulit bayi terasa licin. Pastikan Ibu tidak menjatuhkannya. Untuk mencegah munculnya biang keringat, atur temperatur ruangan/kamar bayi senyaman mungkin. Jangan sampai bayi kepanasan. Sirkulasi udara dalam kamar harus baik.

Baca selengkapnya : Cara Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Benar

Cara Merawat Mata bayi

Adakalanya mata bayi yang baru lahir mengeluarkan lendir atau belekkan. Ibu tidak perlu khawatir, karena kotoran mata itu adalah hal yang lumrah. Untuk membersihkannya, Ibu cukup membasuh dengan air, gunakan kapas yang dibasahi untuk mengusap kotoran. Lakukan secara perlahan dari arah dalam ke luar.  Perawatan ini biasanya dilakukan setiap mandi. Bisa juga ketika bayi baru bangun tidur. Pastikan air yang digunakan steril dan bersuhu ruangan.

Yang perlu diperhatikan adalah jika bayi lahir normal. Perawatan bayi baru lahir normal harus lebih dicermati di bagian mata. Ketika dilahirkan, bayi memang memiliki risiko terpapar kuman penyakit atau infeksi. Salah satunya adalah infeksi mata. Resiko ini biasanya terjadi pada bayi yang melalui kelahiran normal, terutama jika ibu mengalami infeksi pada vaginanya, maka kuman penyakit, misalnya virus atau bakteri, di daerah tersebut bisa menyebabkan infeksi pada mata bayinya.
Gejala yang perlu diamati adalah Mata bayi terlihat membengkak dan kemerahan akibat meradang. Umumnya disertai adanya cairan/sekret berupa nanah berbau dari mata sehingga dikenal istilah mata belekan. Selain itu, kelopak mata merah.

Perawatan Hidung

Cara merawat bayi baru lahir terutama untuk bagian hidung, Ibu tidak perlu membersihkan secara khusus karena malah bisa membuat hidung dalam bayi terluka. jangan memasukkan cotton bud atau tangan ke hidung bayi, karena bagian dalam hidung punya daya pembersih sendiri dan tak perlu perawatan khusus. Jika ada cairan atau kotoran yang kelihatan keluar, bersihkan bagian luar hidung saja.
Jika bayi punya banyak lendir karena pilek dan mengganggu pernapasan, sedot keluar dengan cara dengan aspirator hidung bayi yang bersih. Tutup sebelah lubang hidung dengan jari, lalu isap sebelahnya. Lakukan secara bergantian.

Perawatan Kulit kepala

Masalah umum yang sering dihadapi kepala bayi baru lahir adalah kerak kulit, atau cradle cap. Penyebabnya adalah debu, keringat dan polusi. Cara membersihkannya sangat gampang, yaitud dengan minyak. Ibu bisa menggunakan baby oil, usapkan minyak ini secara lembut pada kerak kepala dan biarkan sekitar setengah ham. Ibu bisa membersihkan bagian itu dengan kapas atau cotton bud, baru kemudian dibersihkan dengan sampo. Gunakan sampo khusus bayi, beberapa merk aman di mata dan tidak menyebabkan perih. Lakukan dengan lembut, di daerah ini terdapat satu peredaran darah di kepala yang menyambung dengan otak.

Baca selengkapnya : Cara Merawat Kerak Kepala bayi dengan Bahan Alami

Perawatan Rambut

Setelah membersihkan kerak di kepala bayi, maka lanjutkan dengan mencuci rambut bayi dengan menggunakan sampo. Lakukan pembersihan rambut ini dua kali seminggu. Kebiasan ini akan membantu menjaga kesehatan rambut bayi dan juga kepala bayi.
Cara mencuci rambut bayi cukup mudah. Pertama, basahi rambut bayi, tuangkan sedikit sampo ke tangan kanan. Gosokkan sampo ke rambutnya, sambil memijat kepalanya dengan lembut. Bilas kepalanya sampai bersih. Setelah mandi, sisir rambut bayi menggunakan sisir atau sikat rambut khusus bayi. Beberapa merk sampo bayi baru lahir yaitu: Jhonson, Switsal, Cusson.

Perawatan Telinga

Cara Merawat Bayi Baru Lahir
Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Sama halnya dengan hidung, bagian telinga dalam bayi sangatlah sensitif. Jangan pernah masukkan cotton bud, apalagi pada bayi baru lahir. Banyak ibu baru bingung dengan cara merawat bayi baru lahir yang satu ini. Ibu hanya perlu membersihkan daun telinga saja dan telinga bagian luar dengan kapas basah. lakukan pembersihan secara lembut.

Perawatan Mulut dan Kuku

Cara merawat bayi baru lahir, terutama untuk mulut. Bayi baru lahir belum punya gigi, jadi belum memerlukan perawatan khusus. Kecuali jika lidah bayi berwarna putih akibat susu formula, maka Ibu bisa membersihkannya dengan kasa steril basah. Usapkan kasa secara lembut di lidah bayi. Sementara untuk kuku, bayi baru lahir biasanya sudah memiliki kuku yang kadang panjang, karena itu banyak Ibu yang memaikan sarung tangan pada bayi. Sebenarnya kuku ini bisa digunting, tetapi kebanyakan orangtua, terutama orangtua baru takut melakukannya. Jika Ibu termasuk orangtua yang masih cemas, maka tundalah memotong kuku bayi. Gunakan sarung tangan pada bayi agar kukunya tidak menggores wajah.
Ketika cukup umur, maka sarung tangan harus dilepas dan saat itulah kuku bayi harus dipotong. Lakukan ketika bayi sedang tidur agar Ibu tidak terganggu oleh gerakan yang tiba-tiba. potong kuku secara berkala dengan gunting kuku khusus bayi.

Baca juga : Cara Merawat Bayi Tumbuh Gigi

Perawatan untuk Pantat bayi

Bagian yang sangat penting untuk diperhatikan kebersihannya pada bayi baru lahir adalah pantat. Bagian ini sangat sensitif dengan bahan kimia, diaper dan juga kotoran sisa. Selain itu, bagian ini juga seringkali tertutup popok, sehingga rentan dengan iritasi. Bersihkan pantat bayi setelah mengganti popok, atau setiap bayi kencing atau BAB.

Ruam popok merupakan masalah umum, terutama jika Ibu menggunakan popok sekali pakai yang kurang bagus dan juga kebersihan pantat tidak dijaga. Ibu bisa menggunakan cream khusus untuk mencegah ruam popok. Banyak merk yang tersedia di toko, pastikan merk itu memang khusus bayi. Biasakan untuk membiarkan bagian ini terbuka untuk beberapa saat, selalu dalam keadaan kering.

Jika sudah terlanjur timbul iritasi, cara alami yang dapat dilakukan adalah membiarkan pantat terbuka saat berjemur di pagi hari dengan terkena sinar matahari pagi. Tengkurapkan bayi di pangkuan. Jika dalam 1-2 hari tidak membaik bahkan lecet atau berbintil-bintil kecil, hubungi dokter anak Anda.

Perhatian khusus harus Ibu berikan jika bayi Ibu berjenis kelamin perempuan. Pembersihan harus dilakukan secara khusus, karena jika salah maka bayi bisa mengalami penyakit serius seperti infeksi saluran kencing.
Berikut cara merawat pantat dan alat kelamin bayi perempuan yang baru lahir.

Selesai buang air kecil:

  • Bersihkan daerah alat kelamin dengan kapas bulat yang dicelup air hangat. Caranya, lebarkan sedikit kaki ke arah samping secara bergantian
  • Bersihkan pula lipatan di daerah selangkangan
  • Keringkan dengan handuk lembut
  • Selesai buang air besar:

Selesai buang air besar:

  • Bersihkan tinja menggunakan kapas atau tisu basah dengan arah tangan mulai dari vagina ke anus, jangan ke arah sebaliknya. Ini untuk menghindari vagina bayi kemasukan kotoran dan kuman dari anus.
  • Bersihkan daerah anus dengan cara mengangkat kedua kaki bayi (satu tangan memegang kedua pergelangan kaki bayi). Gunakan kapas yang dicelup air hangat.
  • Bersihkan juga bagian bokong.
  • Perhatikan daerah lipatan-lipatan di bibir kecil kemaluan bayi, apakah masih ada kotoran atau tidak.
  • Keringkan tubuh menggunakan handuk yang lembut.

Demikianlah cara merawat bayi baru lahir yang bisa Ibu perhatikan. Secara umum, perawatan bayi baru lahir ini tidaklah sulit, asalkan dilakukan dengan hati-hati dan juga ketenangan. Lakukanlah perawatan bayi baru lahir ini dengan teratur, sehingga akan menjadi kebiasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: