Cara Mengatasi BAB Berdarah pada Bayi

Cara Mengatasi BAB Berdarah pada Bayi

Ibu sedang mengganti popok bayi dan terkejut mendapati ada darah di popoknya. Darah pada feses bayi memang sering ditemukan, tetapi Ibu tentu saja tetap harus waspada. Baca artikel berikut untuk mengetahui penyebab sekaligus cara mengatasi bab berdarah pada bayi.

Penyebab BAB Berdarah pada Bayi

Darah yang ditemukan pada kotoran bayi bisa dalam beberapa bentuk:
• Dalam bentuk noda merah yang ditemukan pada kotoran
• Jika ada bentuk alergi atau infeksi yang terjadi di perut dan dicerna, maka darahnya akan menyerupai warna kehitaman.

Beberapa penyebab umum terjadinya bab berdarah pada bayi diantaranya adalah:

Luka pada anal

Ini merupakan penyebab paling umum ada darah di tinja bayi. Jaringan di ujung usus yang dilewati tinja mungkin sangat halus dan mengandung banyak pembuluh darah kecil. Jika tinja keras, kadang akan menyebabkan luka di jaringan ini, sehingga darah keluar dan melapisi tinja. Luka ini biasanya sembuh tanpa pengobatan. Selain itu, tinja berdarah bisa karena sembelit.

Diare

Meskipun darah dalam tinja bayi umum terlihat setelah sembelit, pendarahan juga bisa terjadi setelah infeksi diare. Ini disebabkan bakteri yang tumbuh di perut, yang mengganggu keseimbangan bakteri. Kejadian tersebut bisa disebabkan cedera pada mukosa dan menyebabkan tinja berdarah. Menyusui mengurangi kemungkinannya karena ASI menghambat pertumbuhan bakteri.

Luka puting

Apabila bayi sedang menyusui dan ibu mengalami luka puting, ini bisa menjadi penyebab darah pada tinja bayi. Darah ini tak berbahaya bagi bayi dan hanya lewat di tinja. Anda bisa terus menyusui karena puting akan sembuh.

Vitamin/flouride

Darah pada tinja bisa disebabkan ketika Anda mulai memberikan anak vitamin. Ini terjadi hanya pada beberapa kasus, tapi tidak bisa diabaikan. Darah akan berhenti ketika Anda berhenti memberikan vitamin.

Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri tertentu – seperti Salmonella, Shigella atau E.coli – atau parasit kecil biasanya menyebabkan darah dan lendir pada BAB bayi. Bayi dengan infeksi ini biasanya menderita diare. Kadang juga mengalami demam dan muntah. Infeksi ini disebabkan oleh makan makanan atau minuman yang terkontaminasi kuman penyebab penyakit. Pengobatan tergantung pada penyebab spesifik infeksi. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi yang bisa terjadi akibat diare dan muntah, termasuk cerewet yang berlebihan, tidur lebih banyak dari biasanya, mata cekung, titik lemah yang lembut di kepala, kulit dingin dan kurang dari 6 popok basah per hari.

Baca juga : Cara Memotong Kuku Bayi agar tidak Tajam

Cara Mengatasi BAB Berdarah pada Bayi
Cara Mengatasi BAB Berdarah pada Bayi

Reaksi makanan

Reaksi makanan adalah penyebab umum lain dari darah dan lendir di kotoran bayi bayi. Reaksi ini dipicu oleh protein pada makanan tertentu. Susu sapi dan kedelai merupakan penyebab utama reaksi makanan pada bayi, tapi bisa juga terjadi pada makanan lain, terutama saat bayi pertama kali diperkenalkan pada makanan baru. Reaksi makanan jenis ini – dikenal dengan sindrom enterocolitis protein yang disebabkan protein makanan, atau FPIES – dapat menjadi serius karena dapat menyebabkan dehidrasi dan penambahan berat badan yang buruk. Kondisi tersebut diobati dengan menghilangkan makanan yang bersifat alergen dari makanan bayi.

Mencegah Bab Berdarah pada bayi

Beberapa langkah umum untuk mengurangi darah pada bab bayi adalah:

  1. Sumber makanan terbaik adalah ASI – selama enam bulan pertama bayi; menyusui adalah pengobatan terbaik. ASI mengandung antibiotik yang menjaga anak dari infeksi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan menjadi lebih kuat dengan ASI.
  2. Inspeksi berkala – Pembukaan dubur pada bayi perlu diperiksa secara sering untuk mendeteksi adanya infeksi. Jika Ibu merasa ada sesuatu yang mengganggu maka bawa anak ke dokter.
  3. Awasi makanan yang dikonsumsi bayi untuk mewaspadai adanya alergi, pastikan bayi menjauhi alergen agar bayi terhindar dari BAB berdarah,

Cara Mengatasi BAB Berdarah pada Bayi

Sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan, sebaiknya diketahui dulu penyebab adanya darah pada BAB bayi.

  • Jika bayi mengalami BAB berdarah karena luka di anal, maka Ibu tidak perlu cemas karena lukanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun jika kondisi anak semakin parah, Ibu perlu membawanya ke dokter untuk mendapatkan salep.
  • Jika penyebab BAB berdarah pada bayi adalah radang, maka bayi biasanya akan diberi resep obat anti-inflamasi oleh dokter. Obat ini bertujuan untuk mengontrol peradangan yang muncul di dinding usus.. Tujuannya adalah untuk membantu sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi.
  • Jika penyebabnya adalah alergi, maka cara mengatasi BAB berdarah pada bayi adalah dengan menghindarkan anak dari makanan atau kondisi yang bisa memicu terjadinya alergi. Jika kondisi tidak juga membaik, maka mengunjungi dokter adalah pilihan yang terbaik.

Salah satu alergi yang sering dialami bayi adalah alergi terhadap protein susu sapi. Alergi ini bisa membuat BAB bayi berdarah akibat kondisi saluran cerna yang belum matang atau sempurna.

Baca juga : Perkembangan Bayi 1 Bulan

Kapan Harus Memanggil Dokter:

Walaupun BAB berdarah pada bayi adalah hal umum, tetapi ada beberapa hal yang bisa membuatnya menjadi berbahaya. Nah, mengenali ciri-ciri itu sangat penting agar Ibu bisa membuat keputusan yang cepat.

Ciri itu diantaranya:
1. Pendarahan parah atau ada pembekuan darah.
2. Anak tampak lemah, lemas dan sakit.
3. Anak kesakitan
4. Anak dehidrasi, demam tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: