Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Benar

Memandikan bayi baru lahir memberikan pengalaman tersendiri bagi seorang Ibu, khususnya Ibu baru. Bayi yang masih sangat kecil, licin, menggeliat dan kadang menangis, Ibu perlu konsentrasi dan juga ketenangan untuk menangani itu semua.
Namun tidak hanya bagi Ibu, hal itu juga berlaku bagi bayi. Beberapa bayi ada yang menyukai air, tetapi sisanya banyak yang malah menangis saat dimandikan pertama kali. Bagaimana pun juga, pengalaman pertama akan membuatnya terkejut. Namun semua akan jadi lebih mudah di hari-hari berikutnya.

Seberapa Seringkah Ibu harus Memandikan bayi baru lahir?

Untuk bayi yang baru lahir, mandi dua atau tiga kali seminggu mungkin cukup, asalkan Ibu merawat area popok si kecil dengan baik, dan cuci tangan serta wajahnya beberapa kali sehari. Kecuali kalau bayi gumoh atau mengotori diri mereka sendiri, tubuh bayi yang baru lahir biasanya tidak akan kotor.

Namun jika bayi semakin tua, maka dia harus mandi secara teratur, terutama setelah merangkak dan mendapat makanan padat. Saat bayi tumbuh menjadi balita, maka Ibu harus memandikannya setiap hari.

Baca juga : Cara Merawat Bayi Baru lahir

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memandikan bayi baru lahir

  1. Siapkan ruangan
    Harus yang hangat dan bersih, jika Ibu menggunakan bak, letakkan bak di permukaan yang rata dan stabil, seperti meja, di mana Ibu bisa merasa nyaman memandikan si bayi.
  2. Siapkan semua peralatan mandi
    Siapkan handuk, waslap, sabun, krim bayi dan pakaian bersih, dan pastikan semua peralatan mandi mudah dijangkau saat memandikan si bayi.
  3. Tuangkan air di bak mandi bayi
    Air sebaiknya cukup sampai dan dapat menutupi bahu bayi saat dimandikan. Gunakan sabun khusus bayi yang lembut dengan pH seimbang, yang cocok untuk kulit bayi.
  4. Cek temperatur air
    Kulit bayi lebih sensitif dari pada kulit Ibu. Akibatnya, air mandi yang biasanya nyaman untuk Ibu akan terlalu panas baginya. Sebelum meletakkan bayi di dekat air, ujilah dengan punggung pergelangan tangan atau siku: Area ini lebih sensitif terhadap panas daripada tangan Ibu. Air harus terasa hangat – tapi tidak panas! jangan pula biarkan bayi mandi air dingin, karena tubuhnya yang masih sensitif akan bereaksi dengan dingin sehingga bisa membuat bayi sakit.
Cara Memandikan Bayi Baru Lahir
Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Memandikan bayi baru lahir yang masih ada tali pusar

Sebelum tali pusar bayi putus (antara 10 hari dan tiga minggu setelah kelahiran), sebaiknya gunakan spons halus atau waslap untuk membersihkan tubuh bayi sehingga Ibu bisa menghindari tali pusatnya.

Caranya adalah seperti berikut:

  • Alasi meja atau permukaan yang datar seperti lantai dengan alas empuk yang tahan air atau handuk lembut. Ibu juga bisa melakukannya di meja untuk mengganti popok bayi
  • Baringkan bayi pada punggungnya, tahan bagian belakang kepala dan lehernya dengan salah satu tangan Ibu
  • Usap tubuh, kepala, dan wajah bayi Ibu pelan-pelan dengan waslap yang sudah dibasahi dengan air yang cukup hangat
  • Setelah tubuhnya basah, usap lagi dengan waslap dengan sabun yang sangat lembut dan aman untuk bayi yang baru lahir
  • Untuk membersihkan kedua kelopak matanya, siapkan dua lembar kapas lembut yang tidak banyak seratnya. Mulailah dari bagian mata yang dekat dengan hidung dan usap ke arah luar. Ulangi pada kelopak mata satunya dengan kapas yang baru
  • Pastikan Ibu juga menyeka lekukan-lekukan tubuhnya seperti ketiak, leher, belakang telinga, dan lutut bagian belakang
  • Akhiri dengan membersihkan bagian alat kelamin dan pantat bayi, mulai dari depan ke belakang
  • Angkat bayi dengan kedua tangan Ibu dan bungkus dengan handuk kering
  • ┬áSebelum memakai popok atau baju, peluk dan timang-timang si buah hati karena hal ini bisa memberikan rangsangan bagi indra perabanya sekaligus membangun ikatan yang kuat antara Ibu dan bayi

Memandikan Bayi Baru Lahir yang Sudah putus Tali Pusar

Begitu tali pusat bayi lepas, bayi Ibu siap mandi sungguhan di bak cuci atau bak mandi bayi.

  • Buka baju bayi perlahan, bungkuslah dengan handuk dan baringkan di atas alas anti air.
  • Tutupi bagian tubuhnya yang sedang tidak Ibu bersihkan dengan handuk agar ia tak kedinginan.
  • Bersihkan kelopak mata bagian atas perlahan dengan waslap yang sudah direndam air hangat dan diperas.
  • Usap telinga bayi bagian luar. Kemudian, bersihkan dengan waslap lipatan-lipatan di leher, tangan dan kakinya.
  • Beri sedikit shampo di waslap dan gosok sampai keluar busanya, perlahan usapkan pada kepala si kecil. Bersihkan waslap dan usap lembut kembali kepala bayi hingga tak ada busa tersisa.
  • Untuk daerah kelamin, bersihkan dari arah depan ke belakang. Jika bayi Ibu laki-laki dan belum disunat, tak perlu menarik ujungnya, cukup bersihkan bagian luarnya saja. Begitupun dengan penis bayi yang telah disunat. Jangan lupa membersihkan bagian bawah buah zakarnya.

Baca juga : Tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasinya

Tips Memandikan Bayi untuk Ibu yang Gugup

Semakin sering Ibu melakukannya, maka kegiatan mandi ini akan menjadi semakin mudah dan menyenangkan bagi Ibu dan bayi. Begitu tali pusar bayi lepas, maka bak mandi ataupun wastafel akan menjadi tempat favorit bayi. Pastikan tahan tubuh bayi dengan kencang, dengan tangan di bawah leher bayi sehingga kepalanya tegak lurus (kepalanya di udara tetapi bagian tubuh lainnya di air).

Jika Ibu benar-benar gugup, Ibu bisa mencoba memandikan bayu di bath tube. Isi bak dengan air hangat hingga setinggi payudara Ibu. sementara itu, Ibu ikut duduk di bath tube dan minta pasangan atau siapa pun untuk memberikan bayi ke pangkuan Ibu. dengan cara begini, Ibu bisa memandikan si kecil sambil menggendong dan mengampunya di pangkuan.

Namun di mana pun Ibu memandikan bayi, ingatlah bahwa bayi bersabun itu pasti licin. Ibu bisa menggunakan sarung tangan bertekstur, yang juga bisa digunakan sebagai lap pembersih. Dengan cara ini, Ibu bisa memandikan bayi dengan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: