Cara Cepat Mengobati Ruam di Leher Bayi 1

Cara Cepat Mengobati Ruam di Leher Bayi

Cara cepat mengobati ruam di leher bayi – Leher bayi Ibu merah dan berair? Nah, itu artinya bayi menderita ruam. Ini adalah kondisi umum yang terjadi pada bayi, mengingat kulit mereka yang masih sensitif.

Beberapa area tubuh bayi yang rentang sekali dengan ruam di antaranya adalah lipatan paha, siku dan leher bisa mengalami ruam. Nah, dari ketiga daerah itu, ruam di leher bayi merupakan yang paling umum.

Nah, apa sih sebenarnya ruam di leher bayi itu?

Ruam biasanya berwarna merah, rata atau kadang timbul yang suka muncul di sekitar lipatan kulit daerah leher. Ruam ini biasanya terjadi pada bayi yang berumur empat hingga lima bulan. Penyebabnya bervariasi, mulai dari biang keringat hingga infeksi kulit yang diakibatkan oleh jamur.

Baca artikel ini lebih lanjut untuk mengetahui penyebab, cara mencegah dan juga cara cepat mengobati ruam di leher bayi.

Penyebab Ruam Di Leher Bayi

Ada banyak faktor yang menyebabkan ruam kulit di leher bayi. Beberapa jenis ruam hanya muncul di daerah leher. Sementara itu, beberapa jenis lain juga bisa menyebar ke lipatan popok, ketiak dan lainnya.

Secara umum, beberapa penyebab ruam yang terjadi di leher bayi.

  • Stork Bites: stork biter merupakan bintik-bintik berwarna merah muda kecil yang muncul di leher sejak saat kelahiran. Sekilas memang mirip dengan ruam, tetapi kenyataannya ini adalah pembuluh darah yang berkumpul pada satu wilayah lapisan kulit kulit. Bintik-bintik ini hilang tanpa perawatan dalam beberapa bulan setelah lahir.
  • Prickly Heat: Ini adalah jenis ruam kulit yang secara umum terjadi selama musim panas. munculnya biasanya tidak hanya di daerah leher, tetapi juga di tubuh lainnya. panas dan kering yang ekstrim bisa mengiritasi kulit bayi sehingga menyebabkan benjolan merah kecil dan gatal.
  • Iritasi Kulit: Sangat umum jika bayi baru lahir mengalami ruam  di leher, terutama dalam beberapa bulan awal kehidupan mereka.  Ruam ini terjadi karena daerah leher bayi biasanya montok dan tembam, sehingga menimbulkan lipatan kulit. Kulit yang terlipat akan terus bergesekkan satu sama lain. Gesekkan konstan dan juga kelembapan berlebih akan menyebabkan ruam pada leher. Ruam ini bisa terus terjadi secara berulang hingga bayi bisa mengangkat leher sehingga gesekan kulit bisa diminimalisir (yang mungkin memakan waktu beberapa bulan).
  • Infeksi Jamur: penyebab umum lain dari ruam leher bayi adalah infeksi jamur. Kulit yang terlipat akan menyebabkan kelembapan berlebih dan juga keringat sehingga menjadi lahan subur bagu tumbuhnya jamur Candida.

Selain itu, karena pasokan nutrisi utama mereka adalah ASI/Formula, maka bayi cenderung akan menumpahkan susu berlebih ke area leher. Nah, hal ini akan semakin membuat leher dan dada bayi menjadi lembab dan rentan terhadap ruam.

Baca juga: 12 Ciri-ciri Alergi Telur pada Bayi

Cara Cepat Mengobati Ruam di Leher Bayi
Cara Cepat Mengobati Ruam di Leher Bayi

Cara Cepat Mengobati Ruam di Leher Bayi

Mengingat sebagian besar kasus ruam leher akan menghilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan perawatan khusus. Namun ruam di leher bayi akan membuat bayi tidak nyaman, sehingga Ibu harus melakukan perawatan khusus untuk mengobati ruam dan juga rasa gatal.

Salah satu cara cepat mengobati ruam di leher bayi adalah dengan pengobatan rumahan. Ibu bisa mencoba beberapa metode sederhana tetapi efektif berikut  ini:

  • Salah satu cara cepat mengobati ruam di leher bayi  adalah dengan memberi bayi pakaian yang longgar, ringan dan berpori. Jangan gunakan bahan pakaian yang kaku, tidak nyaman dan berat untuk bayi. Katun merupakan jenis kain terbaik untuk bayi. Begitu pula untuk popok. Popok sekali pakai atau diaper kadang bisa membuat tubuh bayi lembab sehingga menyebabkan ruam. Jangan pernah mencuci pakaian bayi menggunakan pemutih dan deterjen yang kuat. Bahan kimia yang keras ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan menyebabkan ruam.
  • Untuk semua ruam, sebaiknya Ibu menjaga agar kulit bayi tetap kering. Gunakan kain lembut untuk menepuk dagu dan leher si kecil sesering yang diperlukan. Jangan digosok karena malah bisa mengiritasi kulit si kecil. Jika bayi yang meneteskan air liur, Ibu bisa memakaikannya bib untuk menyerap air liur dan menjaganya agar tidak terakumulasi di leher dan dada bayi. Bib juga bisa digunakan untuk menyeka mulit bayi secara berkala. Ganti bib secara berkala.
  • Oleskan Krim dan Lotion Kulit pada Ruam Bayi.  Ingatlah untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum Ibu menggunakan krim dan lotion kulit pada bayi yang berusia kurang dari enam bulan. Ibu harus berhati-hati, karena produk yang tidak cocok malah akan membuat bayi alergi terhadap kandungan bahan dalam produk.
  • Gunakan Cornstarch: salah satu cara cepat untuk mengobati ruam di leher bayi adalah dengan menaburkan tepung jagung di leher bayi sebelum membawanya keluar atau setelah mandi. Ini akan menjaga daerah leher tetap kering dan bebas lembab. Namun, penggunaan bahan seperti bedak ini biasanya tidak direkomendasikan untuk bayi yang lebih muda. Mengapa? Partikel serbuk bedak sangat halus sehingga bisa masuk ke sistem pernapasan bayi dan  menyebabkan masalah. Jadi, hindari ini jika memungkinkan.
  • Gunakan Oatmeal: Ibu juga bisa mencoba menambahkan segenggam oat di bak mandi bayi untuk membuat tubuhnya segar dan mencegah ruam. Selain itu, oat juga bisa mengendalikan ruam yang sudah ada di leher bayi. Selain itu, Ibu juga bisa mencoba ekstrak oat untuk menenangkan kulit bayi. Ambil lap bersih dan bungkus potongan oatmeal. Putar masing-masing ujung kain lap agar oatmeal tidak keluar/tumpah. Kemudian rendam kain pada air hangat hingga oat basah selama lima menit. Peras kain basah yang diresapi air oatmeal ke area yang terkena ruam selama beberapa menit. Setelah selesai, tepuk area leher hingga kering.
  • Gunakan Kompres Dingin: Ibu juga bisa mencoba menggunakan kompres dingin pada daerah yang terkena ruam untuk menenangkan peradangan kulit. Ambil bak air dingin dan rendam kain lap bersih. Tempelkan lap basah itu ke daerah yang terkena selama 5-10 menit untuk menenangkan kulit yang meradang. Setelah selesai, tepuk area leher hingga  kering. Ibu bisa mengulanginya jika diperlukan.
  • Salep atau bahkan krim ruam popok juga bisa membantu untuk mencegah ruam leher.  Ibu bisa mencoba petroleum jelly. Keringkan daerah leher terlebih dahulu sebelum mengoleskan salep. Salep ini akan menjaga kelembaban kulit bayi.
  • Menjaga Kebersihan Kulit : Salah satu cara cepat untuk mengobati ruam di leher bayi adalah dengan mencegahnya. Mandikan bayi secara teratur dan juga baik sehingga Ibu bisa mencegah kotoran di leher bayi.
  • Mandikan Bayi hanya dengan air matang yang sudah didinginkan. Merebus air berfungsi untuk memastikan mematikan mikroba yang berbahaya bagi bayi sehingga bisa mencegah ruam bertambah parah. Untuk menenangkan peradangan kulit, Ibu bisa menambahkan dua sendok teh soda kue ke air mandi bayi.
  • Pijat Dengan Minyak Kelapa: Ibu juga bisa mencoba memijat bayi dengan minyak kelapa dua kali sehari. Pijatan dengan minyak kelapa akan membuat kulit yang lembut dan bersih. Selain itu, sifat anti-mikroba dari minyak ini mencegah infeksi kulit. Bersihkan sisa-sisa minyak di leher dengan kain basah agar tidak lengket.

Baca juga : Cara Mengobati Ruam Popok pada Bayi

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ruam leher bayi bisa hilang dengan sendirinya. Namun, ajaklah anak ke dokter jika ruam disertai dengan demam. Selain itu, jika kulit bayi sudah melepuh dan berisi cairan, itu tandanya ruam sudah terinfeksi sehingga membutuhkan antibiotik. Hubungi dokter jika bayi sudah sampai menangis, tidak bisa dihibur, tidak aktif dan tidak berselera makan.

Jika Ibu melihat titik-titik merah kecil atau bintik-bintik yang tidak hilang ketika ditekan, Ibu harus segera menghubungi dokter. Bintik-bintik ini bisa terjadi karena perdarahan di bawah kulit. Kondisi ini dikenal sebagai petechiae dan dapat mengindikasikan infeksi serius.

Mencegah Ruam Leher pada Bayi

Sebelum bayi terkena ruam leher, ada baiknya Ibu melakukan beberapa langkah berikut untuk mencegah:

  • Mandikan bayi secara teratur dan pertahankan praktik kebersihan yang baik.
  • Pilih kain yang tepat untuk bayi. Hindari kain kasar, baju wol, dan selimut. Ini tidak dianjurkan untuk bayi karena mereka memiliki tipe kulit yang sensitif.
  • Ingatlah untuk mengeringkan daerah leher (dan daerah yang rentan terhadap kelembaban lainnya) setelah memandikan bayi.
  • Jagalah agar daerah leher bayi tetap terbuka dan bebas lembab hampir sepanjang waktu. Kulit kering mencegah akumulasi kelembaban di lipatan kulit. Hal ini bisa membantu penyembuhan ruam.
  • Usahakan agar bayi tetap di ruang yang sejuk dan berudara baik karena panas yang berlebihan menyebabkan keringat di lipatan kulit dan menyebabkan ruam kulit.

Baca juga : Apa Penyebab Anak Bayi Tidur Mendengkur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: