biang keringat pada bayi 0-1 tahun

Biang Keringat pada Bayi 0-1 Tahun, Ketahui 7 Hal ini, Bu!

7 Hal Yang Harus  Ibu Ketahui tentang biang keringat pada bayi 0-1 tahun

Biang keringat merupakan pengalaman menyedihkan bagi bayi. Meskipun biang keringat pada bayi 0-1 tahun bisa dicegah, tetapi pada kebanyakan kasus, biang keringat mudah untuk diobati.

Sebelumnya, ada beberapa hal yang harus Ibu ketahui tentang biang keringat bayi.

7 Fakta tentang Biang Keringat pada Bayi 0-1 Tahun

Berikut beberapa hal yang harus Ibu ketahui tentang biang keringat pada bayi, sehingga bisa dicehaj dan mengobatinya dengan tepat.

1. SALURAN KERINGAT YANG TERSUMBAT

Biang keringat sering terjadi pada bayi yang mengenakan pakaian ketat/begitu melekat di kulit.  Pakaian yang terlalu ketat akan menyumbat saluran keringat sehingga mengakibatkan membengkakkan. Setelah itu, gesekkan dengan kain akan semakin mengiritasi area itu.  Untuk itu, hindari mengenakan pakaian terlalu menempel pada bayi.

2. MENGENAKAN TERLALU BANYAK PAKAIAN

Bayi baru lahir memang belum bisa mengatur suhu tubuh sendiri, sehingga kadang Ibu memakaikannya banyak pakaian. Namun bayi harusnya  berpakaian sama dengan Ibu. Kadang-kadang biang keringat juga bisa disebabkan karena suhu tubuh bayi yang terlalu panas atau dari iklim yang lembab. Namun, biang keringat juga bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun.

biang keringat pada bayi 0-1 tahun
Biang keringat pada bayi 0-1 tahun

3. BISA JADI GESEKAN

Gesekan pakaian di kulit juga bisa menciptakan ruam semacam  biang keringat. Untuk itu, Ibu harus memilih pakaian halus dan lembut untuk mengurangi risiko bayi mengembangkan biang keringat. Pilih kain alami seperti katun yang membuat kulit bayi bisa bernafas. Gesekan antar kulit juga bisa menyebabkan biang keringat, terutama pada bayi yang memiliki lipatan kulit.

Baca juga: Cara Mengatasi Keringat Buntet pada Bayi

4. CARI BANTUAN MEDIS JIKA BIANG KERINGAT DISERTAI DEMAM

Biang keringat memang jarang membutuhkan perhatian medis. Namun jika biang keringat pada bayi 0-1 tahun Ibu tidak menghilang setelah 3 atau 4 hari, atau jika kelihatannya semakin memburuk, atau jika anak mengalami demam, maka segeralah menghubungi dokter.

 5. UJI TUMBLER UNTUK MENUNJUKKAN SESUATU YANG LEBIH SERIUS

Jika Ibu khawatir dengan biang keringat si kecil, maka Ibu bisa melakukan tumbler test dengan menekan gelas ke biang keringat/ruam. Jika ruam tidak hilang setelah ditekan, maka  cari pertolongan medis.

 6. RUAM YANG PARAH DAPAT BERLANJUT MENJADI INFEKSI

Biang keringat mungkin menjengkelkan dan tidak nyaman, tetapi biasanya tidak terlalu serius pada tahap awal. Namun, jika biang keringat si kecil malah menjadi lebih parah dan mentah, ruam/biang keringat  bisa terinfeksi sehingga menghasilkan nanah, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jika Ibu  melihat gejala-gejala ini, maka ajaklah anak ke dokter secepatnya.

7. BIARKAN KULIT BAYI KERING

Penggunaan lotion pada bayi justru bisa semakin mengiritasi kulit bayi. Sama halnya dengan penggunaan handuk, terutama jika Ibu menggosok terlalu keras. Setelah memandikan bayi, keringkan kulit bayi dengan handuk lembut dan jangan digosok. Hindarkan penggunaan lotion yang tidak perli. Menjaga agar kulit bayi tetap kering dan sejuk akan bisa menyembuhkan biang keringatnya.

Baca juga: Apa Penyebab Jerawat pada Bayi Baru Lahir?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: