Bayi Mendengkur Apakah Berbahaya

Apa Penyebab Anak Bayi Tidur Mendengkur?

Apa penyebab anak bayi tidur mendengkur – Bayi baru lahir dan juga pada minggu-minggu awal kehidupannya, biasanya sering mengeluarkan berbagai suara ketika tidur, seperti mendengkur, mendengus, atau malah bersiul. Suara-suara itu tidak menganggu, tetapi tetap saja membuat orangtua cemas. Dengkuran pada bayi ini bisa juga diselingi suara napas grok-grok yang meresahkan. Karena itu, banyak orangtua yang bertanya apa penyebab anak bayi tidur mendengkur.

Bayi Mendengkur Apakah Berbahaya?

Dalam banyak kasus,  mendengkur pada bayi tersebut bisa diangkap normal. Mendengkur terjadi ketika saluran udara pada tenggorokan bayi mengalami penyumbatan atau penyempitan, sehingga membuat udara yang terhirup menggetarkan jaringan tenggorokan. Selain itu, otot bayi, termasuk otot leher akan dalam kondisi rileks saat tidur, sehingga menekan dinding posterior saluran udara yang menyebabkan bayi mendengkur.

Karena ini merupakan kondisi alamiah, maka tidak heran jika satu dari sepuluh bayi mendengkur hampir setiap malam dan karena itu, mendengkur bisa dianggap sebagai kejadian normal.

Selain mendengkur, bayi juga kadang mendengus. Nah, suara mendengus ini biasanya akan dibuat bayi menderita kondisi yang membuat saluran udaranya yang tersumbat. Hal inilah yang menyebabkan bayi mendengkur juga sering mendengus.

Apa Penyebab Anak Bayi Tidur Mendengkur?

Biasanya, frekuensi dan kemungkinan bayi mendengkur serta mendengus akan berkurang seiring bertambahnya usia. Terlepas dari faktor usia, bayi ngorok juga bisa disebabkan karena anomali tertentu dan bisa menjadi gejala dari kondisi medis tertentu.

Berikut beberapa kondisinya yang bisa menjadi penjelasan di balik pertanyaan apa penyebab anak bayi tidur mendengkur.

Tetap observasi kondisi bayi ketika mendengkur dan hubung dokter jika ada gejala yang mencurigakan.

Flu, Dingin dan Meneteskan Air Liur

Flu bisa menyebabkan bayi mendengkur karena akumulasi lendir di lubang hidung. Flu menyebabkan hidung tersumbat dan penyempitan saluran napas sehingga membuat bayi mendengkur. Selain itu, ketika bayi sedang berkembang, si kecil juga mungkin mengeluarkan  banyak air liur. Air liur ini bisa menetes ke rongga hidungnya ketika ia berbaring telentang.

Gejala: Jika si kecil terkena flu, maka dia pasti akan menunjukkan gejala lain seperti pilek dan mungkin demam ringan. Jika dia sedang tumbuh gigi, maka dia akan banyak mengeluarkan liur.

Pengobatan: Pompa hidung sederhana dan larutan garam dapat digunakan di bawah pengawasan medis untuk mengatasi penyumbatan hidung.

Baca juga: Kenali Penyebab Bayi Gumoh

Lubang hidung yang Tersumbat

Sumbatan pada lubang hidung merupakan salah satu alasan dibalik apa penyebab anak bayi tidur mendengkur. Kondisi ini terjadi karena bayi belum memiliki kemampuan untuk mendorong lendir dari hidung. Selain karena lendir, tersumbatnya lubang hidung bisa terjadi karena masih serius seperti choanal atresia .

Choanal atresia merupakan kondisi bawaan. Bayi dengan gangguan ini mengalami masalah karena bagian belakang lubang hidung diblokir atau disumbat oleh struktur tulang atau tulang rawan.karena sumbatan, maka aliran udara akan terganggu sehingga membuat bayi mendengkur saat tidur.

Selain itu, ada pula kondisi di mana satu bagian hidung lurus sementara yang lainnya bengkok. Kondisi ini akan menyebabkan menyempitnya jalan satu lubang hidung dan bisa menyebabkan bayi mendengkur dan mendengus. Kondisi ini disebut dengan deviasi septum hidung.

Gejala: Bayi biasanya akan menunjukkan ketidaknyamanan saat bernapas. Selain itu, hidung bayi juga tampak berair sepanjang waktu.  Saluran hidung yang tersumbat bisa membuat bayi bernafas dari mulut.

Perawatan: Pembedahan dapat memperbaiki kondisi dengan menghilangkan struktur tulang yang menghalangi lubang hidung. Jika tulang tidak bisa dilepaskan, lubang dibor ke tulang dan stent dimasukkan untuk mencegah pertumbuhan kembali. Untuk deviasai septum hidung, operasi bisa dengan mudah meluruskan saluran hidung. Jika hidung bayi tersumbat oleh lendir, maka praktisi medis akan mengangkatnya menggunakan pompa hidung.

Apa Penyebab Anak Bayi Tidur Mendengkur
Apa Penyebab Anak Bayi Tidur Mendengkur

Obstructive Sleep Apnea

Kondisi ini adalah penyebab utama bayi mendengkur saat tidur.  Obstructive sleep apnea terjadi sebagian atau keseluruhan jalan napas bayi terhalang karena bagian anterior saluran udara menekan bagian posterior. Udara yang melewati saluran udara kemudian menggetarkan jaringan leher yang menyebabkan suara dengkuran.

Sleep apnea sering disebabkan oleh akumulasi lendir di saluran udara bayi atau karena masalah lain seperti adenoid atau tonsil yang membesar yang akan kita bahas nanti.

Gejala: Mendengkur setiap hari adalah salah satu gejala sleep apnea. Bayi biasanya terbangun sekali selama durasi tidur, terengah-engah dan bahkan meninggal karena lemas. dengkuran karena sleep apnea ini kadang-kadang disertai dengan dengusan.

Di siang hari, bayi juga biasanya tampak mengantuk secara berlebihan tanpa masalah medis lainnya.

Perawatan: Otak pada bayi masih berkembang sehingga tidak boleh kehabisan oksigen bahkan untuk satu detik. Oleh karena itu, kondisi seperti ini harus segera ditangani. Bawa anak ke dokter sehingga dokter akan bisa melihat penyebab anak bisa mengalami sleep apnea (bisa karena obstruksi, lendir dll). Dokter akan menyarankan beberapa perawatan, tetapi pembedahan hanya dilakukan dalam beberapa kasus ekstrim.

Pembesaran Kelenjar Getah Bening atau Amandel

Infeksi adenoid dan amandel juga bisa  menyebabkan tekanan pada saluran udara . Seperti yang disebutkan sebelumnya, kondisi ini bisa membuat bayi menderita sleep apnea.

Kelenjar getah bening dan amandel merupakan bagian dari sistem limfatik, yang memainkan peran utama dalam melindungi sistem pernapasan dari infeksi. Namun kedua organ ini sendiri juga rentan terhadap infeksi. Adenoid atau tonsil yang terinfeksi akan membesar dan menghalangi saluran udara kecil bayi, menyebabkan bayi mendengkur dan mendengus.

Gejala: Pembesaran tonsil dapat dengan mudah terlihat di dekat sisi lateral tenggorokan di dalam mulut bayi. Adenoid tidak terlihat melalui mulut dan pembesaran dapat didiagnosis melalui gejala seperti pernapasan mulut kronis, rahang terbuka dan pernapasan bermasalah melalui hidung.

Pengobatan: Infeksi tonsil dan adenoid dapat diobati dengan obat antibiotik. Dalam kasus infeksi berat, jaringan mungkin harus diangkat secara operasi.

Baca juga: Bayi Sering Mengucek Mata? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gangguan Genetik dan Neuromuskular

Apa penyebab anak bayi tidur mendengkur lainnya?

Jawabannya adalah  tonus otot yang lemah dan fitur wajah yang disebabkan oleh kelainan genetik seperti sindrom down . Kondisi ini menyebabkan lidah membesar, hidung rata dan rahang yang lebih kecil. semua kondisi ini bisa menyebabkan penyempitan saluran udara. Beberapa gangguan neuromuskular seperti cerebral palsy atau distrofi otot melonggarkan otot -otot lidah sehingga membuat lidah jatuh dan menghalangi jalan napas.

Gejala: Bayi akan menunjukkan gejala klasik lainnya dari gangguan genetik dan neuromuskuler ini. Mendengkur sendiri bukanlah gejala utama dari gangguan ini.

Perawatan: Biasanya tidak ada perawatan untuk kondisi ini tetapi orang tua dapat belajar untuk merawat kondisi ini dengan pelatihan oleh praktisi medis.

Asma dan Alergi

Asma dan alergi juga dapat memicu suara bayi mendengkur dan mendengus ketika tidur, meskipun mendengkur juga bukan gejala asma yang kuat.  Asma sering memiliki hubungan langsung dengan alergi pernapasan, karena itu asma yang disebabkan oleh alergi juga bisa menjadi penyebab bayi mendengkur.

Gejala: Bayi akan menunjukkan semua gejala utama asma lainnya seperti sesak napas dan cepat lelah saat bermain.

Pengobatan: Asma tidak dapat diobati tetapi dapat secara efektif dirawat dengan obat-obatan pernapasan.

Setiap kondisi ini dapat didiagnosis secara efektif oleh dokter. Setelah bayi menjalani perawatan, Ibu perlu memastikan bahwa ia mendapatkan obat secara  tepat waktu.

Namun di luar itu, Ibu harusnya tetap bersikap tenang. Amati kondisi bayi dan kenali gejala mendengkur bayi. Jika menunjukkan gejala di atas dan disertai kondisi buruk lain, maka segera ajak anak ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: