7 Hal Umum Penyebab Sakit Perut pada Bayi

Jika bayi terus menangis dan tampak terganggu, barangkali ia sakit perut. Sakit perut pada bayi bisa saja dimulai setelah makan, atau muncul secara tiba-tiba. kondisi ini tentu menyakitkan dan sangat tidak nyaman. apalagi jika diserta gejala lain seperti demam, muntah dan diare. Pemicunya banyak, berikut 7 hal umum yang bisa menjadi penyebab sakit perut pada bayi.

Penyebab Sakit Perut pada Bayi

Sakit perut bisa diatasi dengan perawatan, tetapi jika tetap tidak sembuh setelah perawatan berhari-hari, bisa jadi penyebabnya adalah sebuah kondisi kronis. Berikut 7 hal umum yang biasanya menjadi penyebab sakit perut pada bayi.

Kolik

Kolik pada bayi merupakan diagnosis klasik untuk sakit perut, terutama pada bayi yang berumur kurang dari 5 bulan. Kolik menyebabkan bayi menangis tak terkendali dan tidak bisa dihentikan selama berjam-jam, selama beberapa hari bahkan minggu. Kolik juga disertai dengan bayi sering kentut dan mengangkat kaki. Alasan pasti penyebab kolik belum diketahui, beberapa dokter menganggapnya sebagai hasil kontraksi usus yang menyakitkan, bisa juga karena bayi kelebihan gas dalam perut. Sakit perut karena kolik biasanya akan lebih intens pada sore dan malam hari.

Belum ada obat yang bisa mencegah atau pun menghentikan kolik pada bayi. Ibu hanya membantu bayi untuk mengurangi rasa sakitnya. Gejala biasanya akan membaik secara signifikan setelah bayi berumur 4 bulan dan ketika umur 5 bulan, bayi biasanya sudah tidak mengalami kolik lagi.

Baca juga : Cara Mengatasi Kolik pada Bayi 6 Minggu

Sembelit

Sembelit merupakan penyebab sakit perut pada bayi yang paling umum. Biasanya sembelit terjadi ketika bayi mulai makan makanan padat yaitu sekitar umur 6 bulan. Pada usia ini, bayi biasanya sudah buang air besar setiap hari atau setidaknya sekali dalam dua sampai empat hari.
Nah, jika bayi tidak BAB selama 4 hari, maka kemungkinan bayi mengalami sembelit. Kondisi perutnya akan terasa tidak nyaman terutama ketika bayi memiliki keinginan untuk buang air besar. kotoran bayi yang keras juga akan membuatnya menangis karena menyakiti anus, pada akhirnya membuat bayi membatalkan keinginan BAB.

Untuk mencegah sembelit, Ibu bisa memberi makanan yang mengandung serat seperti apel, pisang, nasi, wortel, dan lain-lain. Selain itu, pastikan asupan cairan untuk bayi juga terjaga.

Baca juga: Mengatasi Sembelit pada Bayi MPasi

Perut Kembung karena Gas

Nyeri perut akibat pembentukan gas juga sering terjadi pada bayi. Masalah ini juga terlihat pada bayi yang baru mulai makan makanan padat. Koloni bakteri yang belum berkembang pada saluran pencernaan bayi juga bertanggung jawab atas pembentukan gas. Namun, Ibu bisa meminimalkan rasa tidak nyaman pada bayi dengan membuat bayi bersendawa. Selain itu, ada pula obat khusus yang bisa mengurangi kembung.

Baca juga: Cara Membuat Bayi Bersendawa

Reflux

Bayi kadang muntah setelah diberi makan. Kondisi ini juga dikenal sebagai gastro esophageal reflux dan normal pada bayi maupun orang dewasa. Hal ini terjadi karena adanya refluks asam dan makanan dari perut ke kerongkongan saat katup antara keduanya tidak berfungsi. Asam bisa mengalir dari perut ke tenggoroka, menyebabkan iritasi dan rasa jantung terbakar pada bayi. Hal ini sering menjadi penyebab sakit perut pada bayi. Bayi biasanya akan terlepas dari masalah ini setelah tahun pertamanya.

Penyebab Sakit Perut pada Bayi
Penyebab Sakit Perut pada Bayi

Flu Perut / Gastroenteritis

Jika bayi muntah atau menderita diare maka mungkin akan mengalami flu perut. Flu perut atau Gastroenteritis merupakan masalah bayi yang sangat umum dan termasuk di antara dua penyakit paling umum yang diderita bayi di Amerika Serikat. Bayi bahkan mungkin kehilangan nafsu makan dan mengalami demam. Diare juga bisa menyebabkan dehidrasi. Jadi langkah selanjutnya adalah memberinya banyak cairan sehingga ia tidak mengalami dehidrasi. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Infeksi Umum

Beberapa infeksi umum seperti pilek dan flu juga bisa menjadi penyebab sakit perut pada bayi. Lendir dari penyakit pernapasan bagian atas menetes ke tenggorokan ke dalam perut dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Bayi mungkin muntah untuk membersihkannya dan rasa sakitnya bisa hilang setelah beberapa lama. Jika tidak, berkonsultasilah dengan dokter.

Alergi Makanan atau Susu

Alergi makanan atau susu pada bayi juga bisa menyebabkan muntah, diare dan sakit perut. Jika bayi alergi terhadap makanan tertentu, sistem kekebalan tubuh mungkin bereaksi berlebihan terhadapnya dan menyebabkan gejala alergi yang mungkin termasuk sakit perut kronis. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan mengidentifikasi alergen. Jika Ibu tidak dapat mengidentifikasi alergen, tes alergi perlu dilakukan.

Baca juga: Penyebab Bayi Menangis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: