Hal yang Harus Ibu Ketahui Tentang Tindik Telinga Bayi

6 Hal yang Harus Ibu Ketahui Tentang Tindik Telinga Bayi

Tindik telinga bayi adalah praktik umum di beberapa budaya di seluruh dunia. Di Indonesia, setiap bayi perempuan pasti selalu ditindik. Hal ini sudah terjadi secara turun temurun.

Jika Ibu memiliki bayi perempuan, berikut ada 6 hal penting yang perlu diketahui tentang tindik telinga pada bayi.

Umur Berapa Bayi boleh ditindik?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak ada usia tetap untuk menindik telinga anak. Namun, berapa pun usia si kecil saat ditindik, Ibu harus tahu bahwa tindik telinga tidak akan berisiko jika dilakukan dengan benar dan higienis.

Beberapa orangtua langsung menindik di kecil setelah berusia 12 hari, sementara orang tua lain menunggu hingga si kecil berusia setahun. Kebanyakan ahli bahkan merekomendasikan untuk tidak menindik telinga bayi yang baru lahir. AAP merekomendasikan menunggu sampai anak cukup besar untuk merawat telinga yang ditusuk.

Dua tahun adalah usia yang tepat untuk menindik telinga karena beberapa faktor: Tubuh bayi sudah cukup kuat terhadap alergi, ia sudah cukup tua untuk memahami instruksi, dan kulitnya masih lembut walaupun sudah tidak selembut seperti sebelumnya. Umur ini juga merupakan waktu ketika sebagian besar suntikan imunisasi utama, termasuk tetanus sudah dilakukan.

Sebuah penelitian juga menunjukkan kalau anak-anak akan terhindar dari keloid, atau pertumbuhan berlebih jaringan parut ketika penindikkan dilakukan antara usia 1-10 tahun.

Di mana Sebaiknya Menindik Bayi?

Beberapa orang langsung membawa si kecil untuk ditindik di toko perhiasan lokal. Beberapa orangtua lebih memilih menindik telinga si kecil ke orang medis profesional. Pilihan mana pun, itu baik, asalkan Ibu memikirkan kesehatan dan sterilitas. Namun, untuk lebih baiknya, Ibu sebaiknya membawa si kecil untuk ditindik ke tenaga medis profesional seperti dokter atau puskesmas. Tempat-tempat medis biasanya memiliki alat-alat yang tepat, karena bagaimana pun, tindik telinga untuk bayi sangat berbeda dengan orang dewasa.

Baca juga: Tumbuh Gigi Geraham pada Anak 2 Tahun

Bagaimanakah Proses Tindik pada Bayi?

Proses menindik telinga bayi bisa mirip dengan yang dilakukan orang dewasa. Berikut ini rincian prosedur secara bertahap:

Langkah 1: Teknisi / dokter akan mendisinfeksi alat penusuk dengan membersihkannya  menggunakan alkohol atau disinfektan kulit lainnya. Untuk menjaga kebersihan dan profesionalitasnya, ia harus mengenakan sarung tangan bedah.

Langkah 2: Penindikkan dapat dilakukan melalui penusuk berbasis jarum atau senjata penusuk, tergantung ketersediaan alat dan pilihan orangtua. Tetapi tentunya tetap berdasarkan rekomendasi tindik telinga profesional. Keduanya menyebabkan sedikit rasa sakit tetapi hanya ketika proses penusukkan terjadi.

Langkah 3: Lubang itu kemudian akan dipasangi dengan giwang tindik bayi untuk mencegah lubang menutup. Emas adalah logam pilihan terbaik karena kemungkinan menyebabkan infeksinya relatif kecil. Selain itu, logam emas juga tidak akan membuat kondisi merah dan peradangan menjadi buruk. jika bisa, pastikan logam emas yang digunakan setidaknya 14 karat. Alternatif lain selain emas adalah baja bedah yang bebas dari nikel. Giwang tindik bayi baja bedah berlapis emas juga bagus.

Jika Ibu melakukan penindikkan di puskesmas, bidan, atau dokter, maka siapkanlah anting sendiri.

Langkah 4: Desinfektan harus digunakan ke lubang bekas tindikkan.  Teknisi / dokter akan meminta  Ibu untuk menggunakan desinfektan dua kali sehari selama seminggu. Ibu perlu memindahkan anting-anting dari satu telinga ke telinga lainnya setiap minggu selama enam minggu ke depan.

Lobus telinga bawah adalah lokasi yang ideal untuk penindikan. Bagian ini merupakan tempat paling cocok untuk ditindik karena bagian itu tidak memiliki tulang. Sehingga memudahkan penindikkan dan juga mengurangi rasa sakit.

Menyiapkan si Kecil untuk ditindik.

Ibu perlu melakukan beberapa persiapan sederhana agar proses penindikkan berjalan lancar.

  • Anak harus dalam kondisi sehat-sehat saja untuk mengurangi kemungkinan iritabilitas dan meningkatkan toleransi selama proses tersebut. Jika si kecil sedang sakit, maka sebaiknya tunda penindikkan.  Dalam beberapa kasus yang jarang, anak mungkin memiliki peningkatan risiko infeksi jika dia menderita penyakit jantung bawaan.
  • Bawalah mainan favorit bayi, dot atau hal-hal menarik lainnya untuk mengalihkan perhatiannya saat proses penindikkan. Barang tersebut akan berguna ketika si kecil rewel.
  • Pada hari penindikkan, biarkan anak menggunakan pakaian yang bisa dilepas tanpa harus menarik ke atas seperti gaun.  Ibu bisa memakaikan kaus dengan kancing depan, sehingga ketika melepasnya, kemungkingan tarikan tidak sengaja di telinga bisa dikurangi.
  • Selama proses penindikan, pegangi di kecil dengan erat. Dia kemungkinan akan bergerak setelah telinga pertamanya ditindik. Untuk tindikkan kedua, dia akan lebih ketakutan karena rasa sakitnya.
  • Hargai anak karena berani dan bersikap kooperatif sepanjang proses penindikkan. Ibu bisa memberinya hadiah khusus.

Baca juga: Kapan Anak Panas Harus Dibawa ke UGD / Rumah Sakit?

Apa Jenis-Jenis  Giwang Tindik Bayi yang bisa Dipakai?

Bayi seharusnya hanya mengenakan giwang tindik bayi tipe pas yang terpasang erat di lubang. Pilih giwang tindik bayi yang memiliki pengikat lembut di bagian belakang.

  • Jangan pernah memilih giwang tindik bayi yang menggantung untuk bayi. Bayi bisa menariknya dengan tidak sengaja sehingga melukai diri sendiri.
  • Selain itu, jauhi anting-anting dengan proyeksi besar dan tajam di bagian belakang, yang dapat melukai bayi saat tidur.

Perawatan setelah Proses Penindikkan.

Butuh waktu sekitar empat hingga enam minggu untuk menyembuhkan lubang. Selama fase ini, periksa infeksi:

  • Seperti disebutkan di atas, tukar anting-anting sekali dalam seminggu dari satu telinga ke telinga lainnya. Setiap kali Ibu melepaskan anting-anting, bersihkan dengan kapas yang dicelupkan ke dalam desinfektan.
  • Cuci dan keringkan tangan dengan saksama sebelum menyentuh telinga bayi.
  • Oleskan desinfektan dua kali sehari selama sekitar 45 hari setelah penindikan dilakukan, untuk mencegah proliferasi bakteri. Juga, cuci area di sekitar telinga hanya dengan sabun antibakteri yang aman bagi bayi.
  • Jauhkan bayi dari debu karena dapat menjadi pembawa bakteri.
  • Cegah bayi menarik-narik telinganya. Jika anak berusia dua tahun, maka Ibu bisa memberitahunya baik-baik agar tidak menyentuh anting-antingnya.

Perawatan yang baik tentunya akan membuat luka sembuh dengan cepat. Tetapi, bagaimana kalau bekas tindikan ternyata mengeluarkan nanah? Nah, bisa jadi itu adalah infeksi. Baca artikel berikut untuk lengkapnya. Bernanah? Bisa Jadi Tindik Telinga Bayi Infeksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: