Alergi Telur pada Bayi

3 Penyebab Alergi Telur pada Bayi

Penyebab alergi telur pada bayi – Apakah Ibu atau pasangan memiliki alergi terhadap telur? Maka kemungkinan bayi Ibu akan menuruni sifat itu. Alergi telur terjadi ketika sistem kekebalan bayi begitu sensitif terhadap protein yang ditemukan dalam kuning atau putih telur. Seringkali, gejala alergi muncul beberapa menit atau bahkan satu jam setelah mengkonsumsi telur.

Akan tetapi, ada kalanya alergi juga tidak diturunkan. Nah, jika Ibu dan suami tidak menderita alergi telur  tetapi cemas memberikan telur pada si kecil, maka baca artikel berikut untuk mengetahui lebih jelas tentang penyebab alergi telur pada bayi.

Penyebab Alergi Telur Pada Bayi?

Sistem kekebalan bayi bekerja sepanjang waktu untuk melindungi si kecil dari parasit, bakteri, dan virus. Namun, karena sistem kekebalan pada bayi belum sepenuhnya berkembang, maka pertahannya tidak dapat seefisien orang dewasa.

Penyebab alergi telur pada bayi, secara mendasar adalah ketidakmampuan sistem kekebalan tubuh untuk membedakan protein telur dari patogen-patogen penyebab penyakit. Tubuh melihat protein telur sebagai zat/penyerbu asing dan melawan serangan dengan melepaskan antibodi yang disebut immunoglobulin E (IgE).

Sel-sel merasakan kehadiran IgE dan segera melepaskan histamin, sehingga menyebabkan ruam kulit, hidung berair, dll, yang memperingatkan individu atau orang-orang di sekitarnya tentang adanya alergi.

Bayi bisa  mengembangkan alergi terhadap segala bentuk telur, baik itu mentah, direbus, dimasak atau bahkan dimasak setengah matang.  Selain itu, dapat terjadi pada bayi ASI juga bisa terkena alergi telur jika Ibu mengonsumsi telur.

Baca juga: Umur Berapa Bayi Tersenyum?

penyebab alergi telur pada bayi
penyebab alergi telur pada bayi

Protein Telur Yang Menyebabkan Alergi

Putih dan kuning telur mengandung protein yang dapat memicu reaksi alergi oleh sistem kekebalan tubuh.

Protein putih telur:

  • Ovomucoid
  • Ovalbumin
  • Ovotransferrin
  • Lisozim

Protein kuning telur:

  • Livetin
  • Apovitillin
  • Phosvitin

Putih telur merupakan penyebab alergi yang lebih umum daripada kuning telur.

Tetapi mengapa beberapa bayi lebih rentan daripada yang lain?

Baca juga : Perawatan Alergi Telur pada Bayi

Faktor Risiko Untuk Alergi Telur

Faktor-faktor tertentu dapat menjadi penyebab alergi telur pada bayi, di antaranya adalah:

  • Warisan genetik: Jika Ibu dan suami memiliki riwayat keluarga alergi makanan atau salah satu orang tua menderita alergi, maka ada hingga 40% kesempatan bagi bayi untuk mengembangkan alergi.
  • Alergi umum: Jika bayi memiliki kecenderungan untuk menunjukkan reaksi alergi secara umum, maka ia juga dapat menderita alergi terhadap telur. Bayi dengan alergi untuk makanan lain seperti biji-bijian dan kacang-kacangan berisiko lebih tinggi terkena alergi telur.
  • Penyakit: Karena alergi melibatkan sistem kekebalan tubuh, serangan penyakit berat juga dapat membuat tubuh sangat sensitif dan waspada terhadap zat asing. Ini berarti tubuh akan mempertimbangkan protein telur sebagai agen infeksi yang potensial, yang mendorong sistem kekebalan untuk menyerang mereka.

Jika bayi termasuk dalam salah satu dari tiga kategori di atas, ibu harus ekstra hati-hati. Jangan abaikan gejala, jika Ibu berpikir bayi alergi terhadap telur.

Baca juga: Ciri-ciri Alergi Telur pada Bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: