Penyebab mencret pada bayi

3 Faktor Penyebab Mencret pada Bayi?

Penyebab mencret pada bayi – Diare, atau biasanya disebut mencret pada bayi selalu menjadi perhatian besar bagi ibu. Ketika bayi mengalami mencret,  tiba-tiba terjadi peningkatan frekuensi pola gerakan usus dibanding pada keadaan normal. Anak akan BAB lebih sering dan kotorannya cair.

Setiap pola pergerakan usus bayi berbeda. Beberapa bayi bisa BAB  4 hingga 5 sehari dan bayi lainnya bisa lebih dari pada itu. Terutama bayi yang belum Mpasi, sehingga sulit sekali bagi Ibu untuk menentukan apakah anak menderita mencret/diare atau tidak.

Tanda-tanda Peringatan Diare pada Bayi

  • BAB berair lebih dari delapan kali sehari.
  • Bau kotoran yang tidak biasa.
  • Kotoran juga mengandung nanah atau darah.
  • Bayi mungkin memiliki gejala lain seperti demam dan muntah.

Ketika bayi mengalami diare berat selalu ada kemungkinan dehidrasi  karena mereka kehilangan terlalu banyak cairan.

Baca juga : Sampai Usia Berapa Bayi Tidur tanpa Bantal?

Penyebab Mencret pada Bayi

Penyebab mencret pada bayi bisa dibagi menjadi tiga faktor, yaitu infeksi, makanan dan juga penyakit. Di antara ketiganya, Infeksi menjadi salah satu hal yang sering menjadi penyebab mencret pada bayi.

Infeksi saluran cerna.

  • Salah satu  penyebab mencret pada bayi adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus seperti rotavirus, norovirus, dan adenovirus.
  • Infeksi bakteri biasanya disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi dan kebersihan yang buruk. Beberapa bakteri penyebab diare di antaranya Staphylococcus, Shigella, Salmonella dan e-coli. Bakteri penyebab diare ini bisa menyebabkan gejala berat, seperti muntah, demam, kram perut yang parah dan diare.
  • Parasit. Biasanya menyebabkan infeksi usus karena bayi meminum air yang terkontaminasi.
  • Antibiotik membunuh flora alami tubuh (bakteri baik) di usus yang memberi Clostridium difficile (bakteri buruk) kesempatan untuk tumbuh dan menyebabkan diare infeksi.

7 Makanan yang Terkait dengan Penyebab Mencret pada Bayi

  • Alergi makanan. Ini adalah reaksi alergi terhadap makanan tertentu (atau susu). Reaksi dapat bermanifestasi di tempat yang berbeda seperti di kulit ( gatal ) atau usus (diare). Reaksi yang lebih parah dapat menyebabkan masalah pernapasan dan mengancam kehidupan bayi.
  • Intoleransi Makanan. Salah satu penyebab mencret pada bayi terutama bayi yang masih  muda ini biasanya adalah intoleransi laktosa karena mereka hanya minum susu. Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu. Bayi dengan intoleransi laktosa memiliki masalah dalam mencerna laktosa ini. Masalah ini bisa terjadi dengan susu formula dan ASI.
  • Perubahan dalam diet ibu menyusui juga bisa menjadi penyebab mencret pada bayi yang disusui. Makanan tertentu seperti bawang, kubis, coklat atau makanan pedas dapat menyebabkan gas, kolik dan diare. Jika Ibu memperhatikan bahwa beberapa makanan  tersebut bisa membuat bayi  menderita, cobalah untuk menghindarinya di masa depan.
  • Terlalu banyak gula dalam makanan bayi dapat menyebabkan diare pada bayi. Terlalu banyak minuman manis mengganggu perut bayi. Cobalah mengencerkan jus dengan air sebelum memberikannya kepada bayi.
  • Campuran Formula yang salah. Cobalah mencampur jumlah formula dan air yang tepat. Jika takaran salah, maka bisa mengganggu perut bayi dan menyebabkan diare.
  • Bayi mungkin telah menelan sesuatu yang beracun yang menyebabkan diare.
  • Kadang-kadang bayi dengan infeksi telinga atau bayi yang sedang tumbuh dapat mengalami diare.  Selain itu, banyak orang tua mengklaim bayi mereka buang air besar lebih sering ketika hendak tumbuh gigi.  Masih belum terbukti bahwa ada hubungan antara tumbuh gigi dan diare .

Baca juga : Tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Mengatasinya

Penyebab mencret pada bayi
Penyebab mencret pada bayi

Penyakit Penyebab Mencret pada Bayi

Gangguan usus seperti penyakit Crohn, penyakit celiac atau kolitis juga bisa menjadi penyebab mencret pada bayi, tetapi jarang terjadi. Selain itu, diabetes, tiroid dan penyakit endokrin lainnya juga bisa bertanggung jawab atas masalah diare.

Berapa Lama Ibu  harus menunggu sebelum pergi ke dokter?

Jika bayi minum dengan baik dan tetap aktif, Ibu bisa memberinya waktu 3 hingga 5 hari. Namun Ibu harus membawanya ke dokter ketika bayi diare mengalami:

  • Tanda-tanda dehidrasi  seperti lekas marah, nafsu makan menurun, tidak kencing selama 6 jam, urin yang lebih pekat, mulut kering, haus, mata cekung, kurang air mata ketika menangis, ubun-ubun cekung, kulit yang tidak elastis seperti biasanya.
  • Tidak mengantuk atau luar biasa mengantuk.
  • Kotorannya mengandung darah.
  • Perut tampak bengkak, keras, atau nyeri saat disentuh
  • Muntah lebih dari delapan jam atau ada darah dalam muntahannya juga.
  • Demam (suhu rektal 100,4 F atau lebih).

Bayi dapat dengan mudah mengalami dehidrasi ketika mereka mengalami muntah yang persisten dan parah serta mencret.

Perhatikan anak dengan saksama, dehidrasi tidak bisa dianggap remeh karena bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian. Ketika Ibu khawatir jangan menunggu untuk menghubungi dokter, Si kecil mungkin perlu pergi ke rumah sakit untuk terapi rehidrasi dengan cairan infus.

Baca juga : Makanan untuk Bayi yang sedang Diare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: